Ateisme menolak konsep eksistensi Tuhan atau entitas lain (divine being) sebagai figur yang menjadi sebab untuk segala akibat yang terjadi di kehidupan. Sedangkan, nihilisme menolak konsep kehidupan selanjutnya setelah mati/alam baka (afterlife) dan meyakini bahwa tidak ada apa-apa setelah mati… alias ya nihil. Kita berasal dari kenihilan dan berakhir menuju kenihilan. Dengan kata lain, nihilisme menolak konsep bahwa ada makna dari eksistensi kehidupan.
Nihilisme bukan perpanjangan logika dari ateisme karena di dalam konsep nihilisme sendiri masih terbagi-bagi menjadi beberapa pandangan. Bila ditarik benang merahnya, nihilisme dan ateisme sama-sama menolak konsep figur ilahiah (atau segala jenis agama) tapi yang membedakan nihilisme dengan ateisme adalah nihilis tidak memandang bahwa eksistensi kehidupan yang ada saat ini memiliki makna.
Seluruh akumulasi perilaku seluruh bentuk kehidupan di semesta ini tidak akan berarti apa-apa. Maksudnya, semesta akan tetap 'berjalan' sesuai pacu waktunya dan kita (yang merupakan salah satu bentuk kehidupan 'hasil' dari salah satu proses saat semesta terbentuk) hanyalah sekeping track record di dalam perjalanan semesta yang masih belum pasti kapan akan berakhir. Jadi, bagi para nihilis bentuk kehidupan khususnya kita yang Homo sapiens ini ya biasa aja, ngga spesial-spesial banget yang harus "berbuat sesuatu demi orang lain, demi alam, demi Bumi, karena kita terlahir dengan akal dan kesadaran". No, we're not that special, we have that awareness as part of evolutionary result, that's all. Kalau kata anak-anak jaman sekarang, we're not special snowflake, hunny. Jadi, ya nikmati saja hidup sesuai apa yang ingin dilakukan dan diyakini. Manusia tidak boleh terkekang oleh konsep karena pada akhirnya hidup yang ada ini sejatinya ngga bermakna apa-apa di akhir waktu nanti.
Ateisme sendiri tidak berpandangan seperti itu. Ateisme yang menolak konsep ketuhanan sebagai sole cause of everything mengedepankan sebab-akibat secara logis (sebagaimana nihilisme). Bedanya, ateisme tidak secara eksklusif meyakini bahwa kehidupan yang muncul ini maknanya nihil.
Mungkin jawaban saya jadi menggambarkan "Kok, nihilisme sepesimis itu ya sama hidup?" . Tapi memang begitulah nihilisme sedara umum. Makanya, di dalam nihilisme sendiri ada banyak pandangan dan interpretasi bagaimana seorang nihilis menjalani hidup. Salah satu interpretasi (lebih ke persuasi sih menurut saya hehe) datang dari video Kurzgesagt tentang nihilisme optimis. Interpretasi nihilisme (menurut video ini) bisa dipandang dari kacamata optimistik dimana kita sebaiknya melakukan apapun yang kita inginkan semaksimal mungkin, sebaik mungkin, dan sebanyak mungkin karena hidup cuma sekali (dan nihil pada akhirnya). Kita bebas menjadi apapun karena tidak ada batas, standar, dan figur yang menghalangi kita. Karena dengan melakukan hal-hal inilah, kehidupan yang sejatinya (menurut nihilis ya hehe) tidak ada maknanya ini akan memiliki makna dan manfaat untuk kita dan hopefully untuk siapapun serta apapun di sekitar kita.