Foto profil untuk Quora User

Ada beberapa teman kuliah saya di Estonia berkewarganegaraan Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan banyak yang asalnya dari Jerman dan Perancis. Mereka-mereka ini sering sekali ditanya oleh orang lokal, kenapa mereka bisa sampai nyasar ke Estonia, negara kecil tidak banyak yang kenal.

Jawaban mereka sebagai berikut:

  • Teman seperjuangan mengerjakan tugas di prodi yang sama dan berasal dari Amerika Serikat bilang bahwa dia ingin pengalaman internasional sekaligus ingin sekolah lagi yang tidak nambah-nambah student debt. Di Estonia dia tidak perlu membayar uang kuliah (banyak sekali kesempatan pembebasan biaya studi) dan biaya hidup menurutnya lebih murah daripada di Michigan/Chicago, tempatnya dulu. Berkuliah di Estonia juga memberikan kesempatan untuk mengunjungi banyak wilayah di Eropa.
  • Teman-teman jurusan lain yang berasal dari Amerika Serikat juga menceritakan alasan yang kurang lebih sama. Biaya studi di Estonia bagi mereka sangat murah jika dibandingkan di Amerika Serikat dan tidak perlu kelas matrikulasi untuk bahasa karena pengajaran semua dalam bahasa Inggris, tidak seperti di negara-negara Eropa Barat. Selain itu, bisa lebih banyak mendapatkan pengalaman karena melihat banyak budaya berbeda di benua Eropa
  • Teman saya dari Belanda dan Jerman ketika kuliah di Estonia, mereka kebanyakan mengambil jurusan hubungan internasional terutama di topik Baltik dan relasi dengan Rusia. Jurusan ini di kampus saya merupakan salah satu jurusan yang produktif mengeluarkan high impact research dan pengajarnya banyak yang bereputasi internasional. Mereka datang ke Estonia karena alasan itu yang menurut mereka bisa membantu mereka untuk berkarier di organisasi Uni Eropa.
  • Teman-teman dari Inggris, Australia, dan Selandia Baru datang ke Estonia untuk studi kedokteran karena biayanya relatif murah untuk ukuran mereka daripada studi di negara sendiri, lebih tidak kompetitif juga dibandingkan dengan universitas lokal dan nantinya juga sama-sama jadi dokter dengan standar Uni Eropa (aturan negara mereka juga tidak ada durasi studi tambahan lagi kalau nantinya mau praktik di negara asal)

Kenalan-kenalan saya ini studi ke luar negeri dengan alasan pragmatis: biaya lebih murah, jurusan yang dituju punya reputasi bagus sesuai yang diinginkan, lalu mau mencari pengalaman tinggal di lingkungan berbeda. Hal ini tentunya berbeda dengan bagaimana orang Indonesia memandang dan menilai 'studi ke luar negeri' yang dianggap sebagai impian.

Demikian

Lihat 4 jawaban lainnya untuk pertanyaan ini
Tentang Kami · Karier · Privasi · Ketentuan · Kontak · Bahasa · Pers ·
© Quora, Inc. 2025