Sortir
Foto profil untuk Ratu Naurah

Baru beberapa hari yang lalu persoalan ini dibahas ini di kelas saya.

Jadi untuk menjadi arsitek tanpa kuliah, sebenarnya bisa.

Dulunya saya berpendapat semua harus kuliah dulu, ya iyalah, profesi nggak main-main menyangkut tata-ruang dan hajat hidup orang banyak masa iya nggak mendalami teori terlebih dulu?

Tapi ternyata pemikiran saya salah. Seseorang bisa-bisa saja jadi arsitek tanpa kuliah, tapi ada syaratnya. Syaratnya adalah magang di biro arsitektur selama minimal sepuluh tahun.

Lama banget, kan? Sepuluh tahun, bro… Kalau sudah punya anak SD, magangnya baru selesai waktu dia sudah kelas 2 S

Baru beberapa hari yang lalu persoalan ini dibahas ini di kelas saya.

Jadi untuk menjadi arsitek tanpa kuliah, sebenarnya bisa.

Dulunya saya berpendapat semua harus kuliah dulu, ya iyalah, profesi nggak main-main menyangkut tata-ruang dan hajat hidup orang banyak masa iya nggak mendalami teori terlebih dulu?

Tapi ternyata pemikiran saya salah. Seseorang bisa-bisa saja jadi arsitek tanpa kuliah, tapi ada syaratnya. Syaratnya adalah magang di biro arsitektur selama minimal sepuluh tahun.

Lama banget, kan? Sepuluh tahun, bro… Kalau sudah punya anak SD, magangnya baru selesai waktu dia sudah kelas 2 SMA!

Nah, bagi yang tidak ingin magang selama sepuluh tahun inilah disediakan 'jalan pintas' bagi yang ingin cepat, yaitu lewat jalur kuliah, seperti halnya yang diatur dalam UU Arsitek yang baru keluar ini. Jalan pintasnya lumayan, kuliah minimal lima tahun, bisa S1+PPAr atau S1+S2 fast track atau nambah setahun kalau nggak bisa fast track. Ditambah magang selama 2 tahun. See? Tiga tahun potongannya, lumayan lah.

Saya belum menemukan UU spesifiknya, tetapi dosen saya bilang kalau jalur ini ada payung hukumnya. Saya percaya sih, karena tiga dosen plus satu dosen tamu mengatakan hal yang sama.

Lagi pula jika dipikir mengenai bekal keilmuan, memangnya starchitect-starchitect macam Le Corbusier, Mies van de Rohe dan Frank Lloyd Wright memiliki gelar arsitektur? Tidak, mereka magang, Wright magang di Louis Sullivan, sementara Mies van de Rohe dan Le Corbusier magang di Peter Behren.

Tapi karya-karyanya bahkan lebih terkenal dan dikagumi daripada mereka-mereka yang lulusan architecture school.

Yuhuu~ Semoga bermanfaat!


P.S.: Nanti kalau ketemu payung hukum (UU/Perpu/dkk.) yang membahas tentang hal ini akan saya tambahkan kemudian. Saya juga sedang mencari…

Catatan Kaki

Respons Anda bersifat pribadi
Apakah hal ini sepadan dengan waktu yang diluangkan?
Hal ini membantu kami mengurutkan jawaban pada halaman.
Pasti tidak
Pasti ya
Foto profil untuk Yudhiarma

Saat ini di Indonesia belum ada jalur menjadi arsitek tanpa kuliah, walaupun jalan kesana secara undang-undang diperbolehkan dengan metode rekognisi pembelajaran lampau.

Saya berbicara dalam kerangka arsitek sebagai profesi yang memiliki keterikatan terhadap hukum yang tercantum pada UU No.6 Tahun 2017.

Untuk berpraktik sebagai arsitek di Indonesia maka diperlukan Surat Tanda Registrasi Arsitek. Hal ini sesuai dengan pasal 6 ayat 1 UU No.6 Tahun 2017. Kecuali untuk bangunan sederhana dan bangunan adat, maka persyaratan tersebut tidak diperlukan.

"UU No.6 Tahun 2017 Bagian kedua tentang registrasi

Saat ini di Indonesia belum ada jalur menjadi arsitek tanpa kuliah, walaupun jalan kesana secara undang-undang diperbolehkan dengan metode rekognisi pembelajaran lampau.

Saya berbicara dalam kerangka arsitek sebagai profesi yang memiliki keterikatan terhadap hukum yang tercantum pada UU No.6 Tahun 2017.

Untuk berpraktik sebagai arsitek di Indonesia maka diperlukan Surat Tanda Registrasi Arsitek. Hal ini sesuai dengan pasal 6 ayat 1 UU No.6 Tahun 2017. Kecuali untuk bangunan sederhana dan bangunan adat, maka persyaratan tersebut tidak diperlukan.

"UU No.6 Tahun 2017 Bagian kedua tentang registrasi Pasal 7 menyatakan :

(1) Untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi Arsitek sebagaimana dimaksud dalam pasal 6, seseorang harus :

a. Mengikuti magang paling singkat 2 (dua) tahun secara terus-menerus bagi yang lulus program pendidikan Arsitektur, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang disetarakan dan diakui oleh Pemerintah Pusat atau memiliki pengalaman 10 (sepuluh) tahun bagi yang melalui mekanisme rekognisi pembelajaran lampau; dan

b. Memiliki sertifikat kompetensi.

(2) Sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan huruf b diperoleh melalui Uji Kompetensi sesuai dengan standar kompetensi Arsitek.

(3) Uji kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan."

Cara paling cepat untuk menjadi arsitek adalah mengikuti pendidikan tinggi di bidang arsitektur. Pendidikan tinggi di bidang arsitektur ini ada program D3, D4, dan S1.

Jika mengambil D3, maka IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) akan memberikan persyaratan untuk menjadi anggota profesional dengan cara : D3 + 5 tahun magang + 3 portfolio pekerjaan dan mengikuti uji kompetensi arsitek. Kalau kita total waktu yang dibutuhkan adalah 8–10 tahun. Sayangnya cara ini jarang dilakukan di kota-kota besar. Seringkali langsung ke cara yang berikutnya.

Jika mengambil S1/D4, maka bisa dengan cara : S1/D4 + sekolah profesi 1 tahun + 2 tahun magang (bisa sambil sekolah profesi) + 3 portfolio pekerjaan + mengikuti uji kompetensi arsitek. Kalau kita total waktu yang dibutuhkannya adalah 6–8 tahun. Ini adalah cara yang paling umum dan diakui IAI.

Sedangkan metode rekognisi pembelajaran lampau dengan 10 tahun pengalaman adalah jalan bagi yang tidak kuliah arsitektur untuk bisa menjadi arsitek. Sayangnya jalan ini belum jelas rambu-rambunya sehingga bisa dibilang belum bisa diterapkan di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa arsitek-arsitek terkenal di dunia banyak yang tidak melalui pendidikan tinggi arsitektur, tapi mereka memang banyak yang magang di arsitek yang lebih senior sampai akhirnya karya-karya mereka diakui dan berhasil menjadi arsitek yang diakui kompetensinya.

Foto profil untuk WILLIAM-YT

Meskipun jalur konvensional untuk menjadi arsitek adalah melalui pendidikan formal di jurusan arsitektur, ada beberapa cara alternatif untuk bekerja di bidang arsitektur tanpa kuliah. Namun, penting untuk memahami bahwa tanpa gelar, seseorang tidak bisa mendapatkan lisensi resmi sebagai arsitek. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Menjadi Drafter atau Juru Gambar Arsitektur

  • Menguasai software desain seperti AutoCAD, SketchUp, Revit, Rhino, atau 3ds Max.
  • Bekerja sebagai drafter di firma arsitektur atau konstruksi untuk membuat gambar kerja dan rendering 3D.
  • Drafter tidak perlu lis

Meskipun jalur konvensional untuk menjadi arsitek adalah melalui pendidikan formal di jurusan arsitektur, ada beberapa cara alternatif untuk bekerja di bidang arsitektur tanpa kuliah. Namun, penting untuk memahami bahwa tanpa gelar, seseorang tidak bisa mendapatkan lisensi resmi sebagai arsitek. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Menjadi Drafter atau Juru Gambar Arsitektur

  • Menguasai software desain seperti AutoCAD, SketchUp, Revit, Rhino, atau 3ds Max.
  • Bekerja sebagai drafter di firma arsitektur atau konstruksi untuk membuat gambar kerja dan rendering 3D.
  • Drafter tidak perlu lisensi arsitek, tetapi tetap bisa berkontribusi dalam proyek desain.

2. Belajar Secara Otodidak dan Membangun Portofolio

  • Pelajari dasar-dasar arsitektur seperti prinsip desain, tata ruang, pencahayaan, ventilasi, dan struktur bangunan melalui buku, kursus online (Coursera, Udemy, YouTube).
  • Praktek langsung dengan mendesain rumah kecil, interior, atau proyek pribadi.
  • Bangun portofolio desain yang menarik untuk menarik calon klien atau perusahaan.

3. Menjadi Desainer Bangunan (Tanpa Tanggung Jawab Struktural Legal)

  • Fokus pada desain konsep dan menyerahkan aspek teknis kepada arsitek berlisensi.
  • Bisa bekerja sebagai desainer rumah, renovasi, atau interior tanpa harus mengurus izin bangunan secara legal.

4. Magang atau Bekerja di Perusahaan Arsitektur atau Konstruksi

  • Memulai karir dari posisi asisten arsitek, drafter, atau project manager dalam proyek bangunan.
  • Dengan pengalaman bertahun-tahun, bisa naik jabatan meskipun tanpa gelar arsitektur.

5. Menjadi Kontraktor atau Pengembang Properti

  • Belajar aspek konstruksi dan manajemen proyek untuk menjadi kontraktor atau developer.
  • Bisa bekerja sama dengan arsitek berlisensi untuk mewujudkan proyek bangunan.

6. Mendapatkan Lisensi Arsitektur Melalui Jalur Alternatif (Tergantung Negara)

  • Di beberapa negara, ada program apprenticeship atau pengalaman kerja yang memungkinkan seseorang menjadi arsitek berlisensi tanpa gelar formal (seperti di AS dengan program NCARB's Architectural Experience Program).
  • Di Indonesia, saat ini tidak ada jalur resmi untuk menjadi arsitek berlisensi tanpa kuliah arsitektur.

Kesimpulan

Meskipun bisa bekerja di bidang arsitektur tanpa kuliah, tetap ada keterbatasan, terutama dalam hal lisensi dan legalitas. Namun, jika tujuan Anda adalah mendesain tanpa menjadi arsitek berlisensi, ada banyak jalur seperti drafter, desainer bangunan, kontraktor, atau pengembang properti yang bisa diambil.

Foto profil untuk Muhammad Nur Firdaus

Secara umum, menjadi arsitek berlisensi tanpa memiliki gelar dalam arsitektur sangat sulit, terutama karena banyak negara memiliki persyaratan ketat untuk lisensi arsitektur. Berikut adalah beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:

1. Persyaratan Lisensi: Di banyak negara, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan lisensi sebagai arsitek profesional, Anda biasanya harus memiliki gelar sarjana dalam arsitektur dari program yang diakreditasi. Selain itu, Anda harus menyelesaikan periode magang yang diawasi dan lulus ujian lisensi arsitektur.

2. Regulasi Lokal: Persyaratan untuk menjadi arsitek bervari

Secara umum, menjadi arsitek berlisensi tanpa memiliki gelar dalam arsitektur sangat sulit, terutama karena banyak negara memiliki persyaratan ketat untuk lisensi arsitektur. Berikut adalah beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:

1. Persyaratan Lisensi: Di banyak negara, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan lisensi sebagai arsitek profesional, Anda biasanya harus memiliki gelar sarjana dalam arsitektur dari program yang diakreditasi. Selain itu, Anda harus menyelesaikan periode magang yang diawasi dan lulus ujian lisensi arsitektur.

2. Regulasi Lokal: Persyaratan untuk menjadi arsitek bervariasi tergantung pada negara dan yurisdiksi. Beberapa tempat mungkin memiliki jalur alternatif untuk menjadi arsitek, tetapi biasanya tetap memerlukan beberapa bentuk pendidikan formal dan pengalaman kerja.

3. Alternatif Karir: Jika Anda tidak memiliki gelar arsitektur tetapi memiliki keterampilan dalam desain dan aplikasi arsitektur seperti AutoCAD dan SketchUp, Anda bisa mempertimbangkan karir alternatif dalam industri desain dan konstruksi, seperti:

- Desainer Bangunan: Anda dapat bekerja sebagai desainer bangunan atau drafter, membantu arsitek berlisensi dalam membuat gambar dan rencana.

- Desain Interior: Fokus pada desain interior, di mana persyaratannya mungkin tidak seketat arsitektur, tetapi masih memungkinkan Anda untuk bekerja dalam ruang desain bangunan.

- Manajemen Konstruksi: Mengelola proyek konstruksi dan bekerja dengan arsitek dan insinyur untuk memastikan proyek selesai sesuai spesifikasi.

- Teknisi CAD: Bekerja di perusahaan arsitektur atau teknik sebagai teknisi CAD, membantu dalam pembuatan gambar teknis dan model 3D.

4. Pengalaman dan Portofolio: Membangun portofolio yang kuat dan memperoleh pengalaman praktis dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan dalam industri desain. Pengalaman kerja yang relevan dan portofolio yang mengesankan sering kali dihargai oleh pemberi kerja.

5. Kursus dan Sertifikasi: Mengambil kursus lanjutan dan mendapatkan sertifikasi dalam perangkat lunak desain arsitektur dan bidang terkait bisa meningkatkan keterampilan dan kredibilitas Anda.

6. Kolaborasi dengan Arsitek Berlisensi: Anda bisa bekerja sama dengan arsitek berlisensi untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan lebih lanjut tentang praktik arsitektur profesional.

Singkatnya, meskipun sangat sulit menjadi arsitek berlisensi tanpa pendidikan formal dalam arsitektur, ada banyak jalur alternatif yang memungkinkan Anda bekerja dalam bidang yang terkait dengan desain dan konstruksi.

…(Semoga Membantu), Sumber; ChatGPT

Foto profil untuk Dinardi

Saya nggak bisa bilang udah sukses jadi arsitek, tapi saya share pengalaman aja ya…

  1. saya ada di kerjaan ini dari 2002, berarti udah 18 tahun kalo sampe sekarang. 2002 - 2010 saya bikin perusahaan konsultan arsitektur, interior, dan ada showroom.
  2. 2010 saya bikin perusahaan baru, berupa studio desain. Titik baliknya ada di proyek ini. Di desain rumah saya sendiri (nanti kapan2 cerita detailnya kenapa jadi titik balik ). Fokusnya pure ke konsultan saja. Itu juga mulai difokuskan ke interior architect. Bukan pure architecture.
  3. Saya merasa kerjaan ini rumit dan capek, tapi rewarding, secara keuangan d

Saya nggak bisa bilang udah sukses jadi arsitek, tapi saya share pengalaman aja ya…

  1. saya ada di kerjaan ini dari 2002, berarti udah 18 tahun kalo sampe sekarang. 2002 - 2010 saya bikin perusahaan konsultan arsitektur, interior, dan ada showroom.
  2. 2010 saya bikin perusahaan baru, berupa studio desain. Titik baliknya ada di proyek ini. Di desain rumah saya sendiri (nanti kapan2 cerita detailnya kenapa jadi titik balik ). Fokusnya pure ke konsultan saja. Itu juga mulai difokuskan ke interior architect. Bukan pure architecture.
  3. Saya merasa kerjaan ini rumit dan capek, tapi rewarding, secara keuangan dan secara kepuasan berkarya.
  4. Tapi grafik pembelajarannya saya lama, ada juga arsitek2 yg jauh lebih cepat. Tapi saya merasa lebih lama, karena pekerjaan ini jadi main income saya saat itu. Jadi pencarian jati dirinya agak dibatasi oleh realitas saat itu.
  5. Sampe saat ini di studio saya 2010 - sekarang ( udah 10 tahun ) masih banyak hal yang saya baru pelajari. Kerasa banget ilmu bisa berkembang terus, kudu terus belajar. Nggak bisa diem saja.
  6. Mindset penting banget. Kalo mindsetnya bikin karya, setiap proyek jadi personal dan pas. Kalo mindsetnya cuman proyek nanti akhir2 nya cuman masalah finansial saja, kurang kepuasan berkarya nya.
  7. Idealisme penting. Nggak semua proyek bisa saya terima. Kalo nggak cocok cara pikir nya, malah repot dan bermasalah di kemudian hari. Dari awal perlu seleksi client yang visi nya sama, dan tentu saja klien harus realistis dari segi budget dan waktu.

sekian dulu yaaa :)

Foto profil untuk Quora User

Banyak alternatifnya:

  1. Jadi pemborong, sub kontraktor, atau kontraktor, lalu bantu-bantuin arsiteknya. Bikinin kopi kek, dll.
  2. Masuk firma arsitek, tapi posisi yang sifatnya support, operations, back office, atau posisi-posisi lain yang non teknis. Galuh Zulaikha yang emang arsitek aja, di firma arsiteknya jadi social media specialist, non teknis
  3. Jadi arsitek non bangunan. Misalnya saya, jadi arsitek solusi. Instead of mendesain gedung, saya mendesain gudang beserta sistem ERP-nya wkwkwk
Foto profil untuk Christison

Secara otodidak dan pengalaman ikut proyek atau biro arsitek, lulusan SMA atau SMK bisa saja menjadi profesional, menjadi draffter, juru gambar, belajar software arsitektur, interior dsb. Meskipun ahli dia tidak berhak menyandang predikat Arsitek.

Arsitek adalah predikat bagi seseorang yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan persyaratan akademik dan adminstrasi lainnya pada program studi Arsitektur. Wajib memilik sertifikat keahlian dan menjadi anggota pada Ikatan Arsitektur Indonesia sebagai lembaga profesi.

Foto profil untuk Yudhiarma

Saya akan jelaskan cara menjadi arsitek. Pertama kamu harus menempuh pendidikan tinggi di bidang arsitektur (level 6, S1 atau D4). Setelah lulus, maka langkah berikutnya adalah masuk sekolah profesi arsitek (level 7). Sebaiknya sambil sekolah profesi juga sambil magang di arsitek profesional senior dan bergabung dengan asosiasi profesi arsitek (ikatan arsitek indonesia). Setelah lulus sekolah profesi dan magang 2 tahun, lalu didukung dengan karya arsitektur terbangun selama masa magang, ajukan registrasi arsitek profesional melalui asosiasi profesi arsitek.

Kalo soal terbaik, rajin-rajinlah iku

Saya akan jelaskan cara menjadi arsitek. Pertama kamu harus menempuh pendidikan tinggi di bidang arsitektur (level 6, S1 atau D4). Setelah lulus, maka langkah berikutnya adalah masuk sekolah profesi arsitek (level 7). Sebaiknya sambil sekolah profesi juga sambil magang di arsitek profesional senior dan bergabung dengan asosiasi profesi arsitek (ikatan arsitek indonesia). Setelah lulus sekolah profesi dan magang 2 tahun, lalu didukung dengan karya arsitektur terbangun selama masa magang, ajukan registrasi arsitek profesional melalui asosiasi profesi arsitek.

Kalo soal terbaik, rajin-rajinlah ikut sayembara arsitektur, bahkan sejak dari mahasiswa. Makin banyak pengalaman makin baik. Kemudian belajarlah praktik langsung di proyek pembangunan bagi yg ingin bekerja di dunia konstruksi.

Foto profil untuk Rismayn

Halo, saya nulis jawaban ini sambil nungguin proses render 3D di kantor. wkwk

Yup, saya udah kerja (kuliah juga masih, sih) dan sejauh ini yang saya rasakan antara lebih sulit ketika kuliah atau kerja adalah, jujurly, kuliah sih T.T

Bayangin aja, bikin gambar manual pake tangan, bikin maket (super boros), belum lagi kegiatan magang, trs abis itu harus mikirin skirpsi.. duh horor ga sih (horor biaya nya maksud saya)

Mungkin antara 6:5 deh, walaupun sama sama punya pressure, pas waktu kuliah tuh stress nya sampai break out, kurus kurang gizi pokoknya (lebay~) beda lagi pas udah kerja, mungkin karna

Halo, saya nulis jawaban ini sambil nungguin proses render 3D di kantor. wkwk

Yup, saya udah kerja (kuliah juga masih, sih) dan sejauh ini yang saya rasakan antara lebih sulit ketika kuliah atau kerja adalah, jujurly, kuliah sih T.T

Bayangin aja, bikin gambar manual pake tangan, bikin maket (super boros), belum lagi kegiatan magang, trs abis itu harus mikirin skirpsi.. duh horor ga sih (horor biaya nya maksud saya)

Mungkin antara 6:5 deh, walaupun sama sama punya pressure, pas waktu kuliah tuh stress nya sampai break out, kurus kurang gizi pokoknya (lebay~) beda lagi pas udah kerja, mungkin karna udah biasa dapet pressure dan tugas2 yang ga jauh beda sama dunia kerja pas kuliah sebelumnya, jadi lebih enjoy dan ga kagetan pas dapet project susah + dikejar waktu. Udah terbiasa lembur sampai begadang2, udah terbiasa revisi2 sampai di ulang2, udah terbiasa di semprot karna desain ga sesuai. Pokoknya udah terbiasa deh

Sementara di dunia kerja, pressure terbesar buat saya adalah tanggung jawab nya sih. yang kaya kalau udah urusan kerjain rumah/gedung orang yang bayar kita kan tanggung jawab nya beda sama ketika kita ngerjain tugas desain pas kuliah dulu. Ya walaupun sama sama harus benar dan detail, di tuntut kreatif dan inovatif pula.. tapi gapapa, toh ini kan pilihan saya. baik waktu kuliah maupun udah kerja, saya tetap enjoy kok, balik lagi ya karna ini udah pilihan saya

Jadi, saran saya ga usah mikirin akan se sulit apa kedepan nya. selesaikan dulu apa yang ada didepan kamu, selesaikan dengan sebaik baik nya. masalah dunia kerja akan sulit atau enggak nanti nya, itu tergantung dari bagaimana usaha kamu sekarang ini~

Foto profil untuk Dinardi

ini suasana di studio kami di bandung saat pembahasan desain.

Usul saya:

  1. Magang atau kerja saja dulu. fokus magang dan kerja di awal ini adalah pengalaman. Cari pengalaman sebanyak2 nya, karena banyak hal yg diajarkan di kampus nggak applicable di real project.
  2. Pengalaman saya program profesi arsitek belum jadi jaminan lulusannya sanggup langsung kerja. Cek kurikulum nya, yg diajarkan saya rasa nggak semua diperlukan.
  3. Sebaiknya tidak langsung memulai biro atau studio sendiri, tanpa pengelaman. Karena trial and error nya terlalu painful. (pengalaman pribadi saya ampun dah :) )
  4. Belajar ilmu soft skil

ini suasana di studio kami di bandung saat pembahasan desain.

Usul saya:

  1. Magang atau kerja saja dulu. fokus magang dan kerja di awal ini adalah pengalaman. Cari pengalaman sebanyak2 nya, karena banyak hal yg diajarkan di kampus nggak applicable di real project.
  2. Pengalaman saya program profesi arsitek belum jadi jaminan lulusannya sanggup langsung kerja. Cek kurikulum nya, yg diajarkan saya rasa nggak semua diperlukan.
  3. Sebaiknya tidak langsung memulai biro atau studio sendiri, tanpa pengelaman. Karena trial and error nya terlalu painful. (pengalaman pribadi saya ampun dah :) )
  4. Belajar ilmu soft skill di luar arsitektur. Misal ikutan training mengenai komunikasi, entrepreneurship, dll. Nantinya ilmu ini bisa kita gunakan dalam berkarya

Segitu dulu biar nggak kepanjangan dan baca nya jadi masih semangat :)

Foto profil untuk Femash

Mohon maaf, tanpa bermaksud merusak niatan/mimpi penanya, tidak bisa.

Ada satu ketika teman anak arsi lagi ngobrol sama saya bilang "anjiiiiir penggaris gw ilang". So saya dengan santai jawab "beli baru aja napa?" Waktu itu saya membayangkan penggaris yang hilang itu merk butterfly yang harga 10 rb, but no no. Saya salah.

Mungkin yang itu, ntahlah karena barangnya ilang saya ga pernah liat langsung.

Alat-alat gambar arsitektur memang berstandar tinggi. Pernah saya pinjam buat bikin gambar teknik (gambar mesin), kualitas garisnya sangat bagus, potongan-potongannya rapi, penggarisnya waktu ditaruh

Mohon maaf, tanpa bermaksud merusak niatan/mimpi penanya, tidak bisa.

Ada satu ketika teman anak arsi lagi ngobrol sama saya bilang "anjiiiiir penggaris gw ilang". So saya dengan santai jawab "beli baru aja napa?" Waktu itu saya membayangkan penggaris yang hilang itu merk butterfly yang harga 10 rb, but no no. Saya salah.

Mungkin yang itu, ntahlah karena barangnya ilang saya ga pernah liat langsung.

Alat-alat gambar arsitektur memang berstandar tinggi. Pernah saya pinjam buat bikin gambar teknik (gambar mesin), kualitas garisnya sangat bagus, potongan-potongannya rapi, penggarisnya waktu ditaruh di atas kertas tidak melengkung dan tidak ada gap antara kertas dan penggaris. Oh, begini user experience barang mahal, pikir saya.

Belum lagi jika harus pakai software, laptop/PC sebaiknya yang berspesifikasi tinggi.

Itu baru alatnya, belum lagi bahan-bahan seperti kertas, sewa peralatan maquette, dll.

Jika memang ingin jurusan yang banyak mendesain bisa ambil jurusan lain seperti teknik sipil / teknik mesin. Malah saya lebih menyarakankan. Biaya ya tidak semahal arsitektur, ada (banyak) mata kuliah yang berhubungan dengan menggambar & desain, dan juga (katanya) prospek kerja bagus. Hanya saja objek gambar & desainnya tidak sama dengan arsitektur.

Foto profil untuk Yudhiarma

Fisika bagi arsitek itu bukan menguasai. Tapi lebih ke memahami. Tidak semua ilmu fisika harus dipelajari. Kamu tak perlu belajar quantum mekanik atau string theory untuk jadi arsitek.

Fisika yang dekat dengan keilmuan arsitek biasanya disebut dengan fisika bangunan dan lingkungan. Aspek yang dipelajari pada fisika bangunan pada dasarnya adalah aspek kenyamanan. Kenyamanan termal, visual, dan audial adalah kenyamanan yang paling banyak unsur fisika nya.

Kenyamanan termal berhubungan dengan ilmu termodinamika. Intinya ilmu yang mempelajari perpindahan panas dengan cara konduksi, konveksi dan evap

Fisika bagi arsitek itu bukan menguasai. Tapi lebih ke memahami. Tidak semua ilmu fisika harus dipelajari. Kamu tak perlu belajar quantum mekanik atau string theory untuk jadi arsitek.

Fisika yang dekat dengan keilmuan arsitek biasanya disebut dengan fisika bangunan dan lingkungan. Aspek yang dipelajari pada fisika bangunan pada dasarnya adalah aspek kenyamanan. Kenyamanan termal, visual, dan audial adalah kenyamanan yang paling banyak unsur fisika nya.

Kenyamanan termal berhubungan dengan ilmu termodinamika. Intinya ilmu yang mempelajari perpindahan panas dengan cara konduksi, konveksi dan evaporasi. Kemudian kenyamanan visual akan berhubungan dengan cahaya dan warna. Lalu kenyamanan audial berhubungan dengan suara (gema dan gaung).

Selain itu juga dipelajari fisika mekanika, yang biasa dipelajari untuk mengetahui pembebanan yang terjadi pada bangunan. Sama seperti fisika bangunan, level yang dibutuhkan cukup sampai mengetahui atau memahami.

Jadi apa yang harus dikuasai arsitek? Saya rasa yang harus dikuasai itu adalah bagaimana mencari dan memecahkan permasalahan (problem seeking / solving), membangun ide dan mewujudkannya dalam bentuk gambar yang mudah dipahami pelaksana konstruksi.

Foto profil untuk Quora User
  1. Kuliah Arsitektur
  2. Banyak belajar teori dan filosofi
  3. Sering wisata arsitektur luar dan dalam negeri (nambah wawasan)
  4. Berlatih jadi drafter sedini mungkin, utamanya untuk rendering (butuh komputer bagus, masa iya latihannya nunggu pinjam laptop temen? Susah dong)
  5. Perbanyak buat desain bagus untuk portofolio juga ikutan sayembara
  6. Setelah lulus, daftar anggota ikatan arsitek
  7. Untuk mendapatkan SKA perlu keluar uang lagi
  8. Beranikan diri menawarkan jasa arsitektur kecil2an dahulu hingga mampu mengerjakan semua dokumen kerja lengkap
  9. Bikin biro atau firma Arsitektur sendiri (berdiri sendiri + self employee)
  10. Inti
  1. Kuliah Arsitektur
  2. Banyak belajar teori dan filosofi
  3. Sering wisata arsitektur luar dan dalam negeri (nambah wawasan)
  4. Berlatih jadi drafter sedini mungkin, utamanya untuk rendering (butuh komputer bagus, masa iya latihannya nunggu pinjam laptop temen? Susah dong)
  5. Perbanyak buat desain bagus untuk portofolio juga ikutan sayembara
  6. Setelah lulus, daftar anggota ikatan arsitek
  7. Untuk mendapatkan SKA perlu keluar uang lagi
  8. Beranikan diri menawarkan jasa arsitektur kecil2an dahulu hingga mampu mengerjakan semua dokumen kerja lengkap
  9. Bikin biro atau firma Arsitektur sendiri (berdiri sendiri + self employee)
  10. Intinya ada dua hal yang utama, passion dan power. Passion Arsitektur dan Power untuk belajar, berlatih, dan menyiapkan dana untuk semua kebutuhan itu.

Semangat…!!!

Foto profil untuk Azis Aja

TENTU BISA! Hanya saya perlu saya terangkan sebelum anda menempuh langkah tersebut, anda telah tahu dengan pasti makna sukses yang anda inginkan. Maksud saya, anda telah mengetahui indikator kesuksesan anda sehingga nanti anda tidak terlalu terpontang panting dalam mengejar kesuksesan itu sendiri dan bisa tetap objektif pada masa depan anda.

Dan btw, banyak orang yang tidak kuliah dan tidak menempuh pendidikan namun bisa sukses, dan anda insyallah akan menjadi salah satunya.

Lalu Mengapa anda bisa sukses tanpa kuliah?

Jawabannya sederhana, karena dunia akademis dalam pandangan saya membuat kita t

TENTU BISA! Hanya saya perlu saya terangkan sebelum anda menempuh langkah tersebut, anda telah tahu dengan pasti makna sukses yang anda inginkan. Maksud saya, anda telah mengetahui indikator kesuksesan anda sehingga nanti anda tidak terlalu terpontang panting dalam mengejar kesuksesan itu sendiri dan bisa tetap objektif pada masa depan anda.

Dan btw, banyak orang yang tidak kuliah dan tidak menempuh pendidikan namun bisa sukses, dan anda insyallah akan menjadi salah satunya.

Lalu Mengapa anda bisa sukses tanpa kuliah?

Jawabannya sederhana, karena dunia akademis dalam pandangan saya membuat kita terkotak-kotakkan dan umumnya hanya memenuhi aspek intelektual saja. Karena pada faktanya, hal yang menentukan kesuksesan bukan hanya intelektual belaka melainkan sikap, terutama kepribadian jujur dan berakhlakul karimah. (FYI, kepintaran kalau nggak salah berada pada urutan 30 an dalam menentukan kesuksesan seseorang, menurut penelitan tentu saja)

Banyak anak kuliahan zaman sekarang yang terlalu gengsi memegang gelar mereka, namun tidak mau mengabdi kepada masyarakat. Bahkan banyak pula yang persentasi hanya dengan membaca makalah tanpa pernah sadar bahwasanya dalam kuliahlah kita bisa mengembangkan diri.

Hal ini menyebabkan mereka yang kuliah cenderung menjadi makhluk yang rapuh, dan ketika mereka keluar dari Universitas mereka, mereka hanya bernostalgia pada IPK yang telah mereka dapatkan semasa kuliah dan bukan pada skill yang mereka miliki.

Akhirnya ketika mereka telah menempuh kehidupan yang sebenarnya, mereka kalang kabut dan tidak tahu harus apa. Dan pada akhirnya, mimpi mereka hanyalah sekedar mimpi yang ujung-ujungnya memiliki makna yang hampa.

Pesan terakhir dari saya, mau anda sekolah atau tidak, mau anda kuliah atau tidak. percayalah bahwa kita sedang berada pada sebuah Universitas kehidupan, gelar kita hanyalah hamba, dosennya adalah manusia, dan rektornya adalah sang Maha Kuasa. Dan IPK anda? Ia merupakan kebermanfaatan anda terhadap sesama.

Salam sukses yo!

Gambar ini telah disingkirkan karena melanggar kebijakan Quora.
Foto profil untuk N.A. Zul

Kuncinya ialah menetapkan tujuan dan memfokuskan pikiran kesana.

  • Kerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Setelah dosen selesai memberikan tugas, langsung kerjakan hari itu juga!
  • Cicil tugas-tugas besar. Jika diberikan tugas jangka panjang, misalnya membuat makalah dengan batas waktu satu Minggu, maka cicil pengerjaannya, dan usahakan sudah selesai paling tidak h-2 pengumpulan. Jadinya anda punya waktu untuk merevisi bagian yang Anda pikir salah atau perlu ditambahkan.
  • Kerja kelompok. Kerjakan tugas-tugas anda dengan berkelompok. Carilah teman anda yang paham dan dapat ditanyai. Ini akan memuda

Kuncinya ialah menetapkan tujuan dan memfokuskan pikiran kesana.

  • Kerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Setelah dosen selesai memberikan tugas, langsung kerjakan hari itu juga!
  • Cicil tugas-tugas besar. Jika diberikan tugas jangka panjang, misalnya membuat makalah dengan batas waktu satu Minggu, maka cicil pengerjaannya, dan usahakan sudah selesai paling tidak h-2 pengumpulan. Jadinya anda punya waktu untuk merevisi bagian yang Anda pikir salah atau perlu ditambahkan.
  • Kerja kelompok. Kerjakan tugas-tugas anda dengan berkelompok. Carilah teman anda yang paham dan dapat ditanyai. Ini akan memudahkan anda dalam mengerjakan tugas anda. Jangan lupa untuk memberikan balas Budi sebagai rasa terima kasih.
  • Belajar kelompok. Buatlah semacam kelompok belajar bersama teman-teman anda. Untuk mata kuliah yang anda tidak paham, tanyakan kepada teman anda yang paham. Dan sebaliknya, jika ada mata kuliah yang anda pahami, ajarkan kepada teman anda yang kurang paham dengan mata kuliah itu. Intensifkan belajar kelompok saat mendekati ulangan ataupun ujian.
  • Belajar seminggu sebelum ujian. Ini akan lebih efektif, karena anda akan punya banyak waktu luang dan tidak mendapatkan banyak tekanan belajar sebelum ujian.
  • Catat apa yang dijelaskan dosen. Catat hanya yang penting saja. Kebanyakan mencatat hanya akan mengalihkan perhatian anda dari dosen tersebut, dan terkadang beberapa informasi ada yang terlewatkan. Dosen terkadang tidak mau tahu apakah penjelasannya terlalu cepat atau lambat, jadi pastikan anda mendengarkan semuanya dengan baik. Tips : Sering-seringlah bertukar catatan dengan teman anda. Ini dapat menambah informasi selain dari catatan anda.
  • Belajarlah materinya sebelum kuliah dan aktiflah dikelas. Ada beberapa dosen yang mewajibkan mahasiswanya untuk membaca materinya sebelum kuliah. Jika anda sudah belajar sebelumnya, maka anda akan lebih siap. Jawablah pertanyaan dari dosen, dan majulah jika disuruh mengerjakan soal. Dosen mungkin akan mengingat anda, dan sisi positifnya? Anda bisa dapat nilai tambah!

Semangat!

Foto profil untuk Alf

Ini perspektif saya ya. Kebetulan juga akhir-akhir ini kepikiran akan sesuatu

Sudah bukan rahasia lagi jika lulusan arsitektur yang nantinya menjadi arsitek hanya lah 10–15% saja. Jika diibaratkan sebagai pabrik suatu kendaraan berarti dari seluruh bahan yang masuk yang nantinya berhasil menjadi mobil siap untuk dijual hanyalah 15% sungguh pabrik yang tidak baik bukan? Hihi

Dari yang saya lihat untuk menjadi seorang arsitek tentu banyak privilege yang harus dimiliki oleh orang tersebut. Pertama, jaringan sosial yang harus baik (link terhadap orang-orang kaya) karena kita tidak mungkin dapat meng

Ini perspektif saya ya. Kebetulan juga akhir-akhir ini kepikiran akan sesuatu

Sudah bukan rahasia lagi jika lulusan arsitektur yang nantinya menjadi arsitek hanya lah 10–15% saja. Jika diibaratkan sebagai pabrik suatu kendaraan berarti dari seluruh bahan yang masuk yang nantinya berhasil menjadi mobil siap untuk dijual hanyalah 15% sungguh pabrik yang tidak baik bukan? Hihi

Dari yang saya lihat untuk menjadi seorang arsitek tentu banyak privilege yang harus dimiliki oleh orang tersebut. Pertama, jaringan sosial yang harus baik (link terhadap orang-orang kaya) karena kita tidak mungkin dapat menghasilkan rancangan rumah yang sangat baik jika kliennya hanya seorang menengah biasa. Arsitek bintang seperti ridwan kamil, andra matin, tan tik lam, hingga yori antar (plus privilege ayahnya han awal) mereka dapet dikenal karena berhasil membuat suatu rancangan bangunan yang bagus karena kliennya yang memiliki dana yang cukup. Kasarnya, jika jaringan mu sebesar kolam ikan maka ikan paling besar yang dapat kamu pilih di dalamnya ya paling ikan koi tidak mungkin ikan hiu muat didalamnya.

Kedua, privilege keluarga berada. Peralatan yang dibutuhkan menjadi arsitek tidaklah murah, saat kuliah saha laptop minimal yang harus dimiliki sudah harus lebih dari 8jtan. Merakit pc pun sudah akan diatas 5jt. Belum jika nanti sudah lulus, ingin memiliki biro untuk mengurus legalitas mendaftar iai dan lainya bisa habis lebih dari 15jt. Privilege di sini maksudnya saat kita berasal dari keluarga berada, saat kita lulus dan tidak dapat diterima di biro arsitek besar kita masih memiliki opsi untuk langsung membuat biro sendiri dan merintis dari awal. Sedangkan jika berasal dari keluarga sederhana, kita harus bekerja menjadi fresh graduate yang dimana gajinya jika sudah umr sudah bersyukur. Tahapan yang dilalui akan lebih panjang.

Ketiga, kamu sangat pintar, berbakat dan beruntung. jika tidak memiliki kedua privilage diatas, kita bisa menjadi terkenal dengan cara mengikuti sayembara desain nah sayangnya kita merancang sesuatu tanpa kita tahu akan menang atau tidak sehingga kita juga tidak tahu apakah waktu yang kita habiskan selama mengerjakan rancangan sayembara itu akan menghasilkan uang apa tidak?

Bonus…. Ada dosen saya dulu berkata saat saya awal kuliah arsitektur beliau berkata ”kalian kenapa sih kuliah arsitektur, nih saya kasih tau ya biasanya arsitek baru terkenal saat udh memasuki usia tua 45 tahun keatas, terus kerjaan kita dari muda pasti begadang lagi begadang lagi, belum begadang pasti sambil ngopi, olahraga? Mana mungkin udah kenal sama namanya begadang olahraga pasti bakal jadi jarang. Mudanya hidup kaya gini terus baru terkenal 45 tahun terus nanti 50 tahun udah sakit-sakitan meninggal aja. Butuh passion yang sangat kuat buat siap nerima hal kaya gitu hihihi“ sambil tertawa.

Untuk sukanya. Karena saya juga sering melukis, ada kebanggaan tersendiri yang gabisa dibeli oleh apapun saat karya kita dapat berguna oleh orang lain dan membuat orang tersebut bahagia.

Itu semua perspektif saya yang sedang mengerjakan TA dan tidak tahu apakah saya akan menjadi arsitek nantinya atau tidak hihi.

Foto profil untuk Namamu

Ah saya merasa sudah terlambat menjawab pertanyaan ini

Mungkin saja anda sudah satu langkah kedepan dengan jawaban sebelum nya

But, it's okay saya juga ingin berpartisipasi dalam pertanyaan anda

Jika sukses yang anda maksut anda sukses dalam pendidikan maaf sekali saya harus mengatakan bahwa,. Yeah, siapapun sudah gagal dalam hal ini tanpa kuliah

Tapi jika sukses disini tentang akademis? Karier? Atau bahkan pekerti

Saya rasa itu sama sekali tidak berhubungan dengan gelar yang di dapat di sebuah universitas

Yah, sedikit mengutip kata orang lain bahwa anda bisa belajar dimana saja dan kapan saja.meman

Ah saya merasa sudah terlambat menjawab pertanyaan ini

Mungkin saja anda sudah satu langkah kedepan dengan jawaban sebelum nya

But, it's okay saya juga ingin berpartisipasi dalam pertanyaan anda

Jika sukses yang anda maksut anda sukses dalam pendidikan maaf sekali saya harus mengatakan bahwa,. Yeah, siapapun sudah gagal dalam hal ini tanpa kuliah

Tapi jika sukses disini tentang akademis? Karier? Atau bahkan pekerti

Saya rasa itu sama sekali tidak berhubungan dengan gelar yang di dapat di sebuah universitas

Yah, sedikit mengutip kata orang lain bahwa anda bisa belajar dimana saja dan kapan saja.memang benar begitu adanya bukan? Hal baik akan memberimu kebahagiaan tapi hal buruk akan memberimu pengalaman. Bukan kah pengalaman adalah guru yang paling berharga?

Anda harus bijak dalam hal ini, ambil setiap pengajaran disetiap pengalaman

Anda harus kembali menyusun puzzle kesuksesan anda

Sebelum itu, saya rasa anda harus membuat sukses versi anda sendiri bukan ?

Oke terimaksih sudah memberi banyak opini dengan satu kalimat anda

Semangatttttt!

Foto profil untuk Selina Zaahirah

Tentukan spesialisasi desain

Sama halnya seorang dokter, desainer juga memiliki spesialisasi. Misalnya saja, memiliki spesialisasi pada desain iklan, desain user interface website atau mobile app, desain tipografi, atau pun desain icon set. Setelah itu, cobalah kenali semua bidang khusus yang kamu minati. Lalu lihat lagi, mana yang ingin lebih kamu dalami, dan bisa membuat kamu enjoy untuk mempelajari desain grafis.

Mengulik aplikasi desain

Setelah kamu menentukan spesialisasimu, kamu dapat menentukan aplikasi apa yang nantinya akan kamu gunakan. Misalnya jika kamu ingin menjadi desainer grafis y

Tentukan spesialisasi desain

Sama halnya seorang dokter, desainer juga memiliki spesialisasi. Misalnya saja, memiliki spesialisasi pada desain iklan, desain user interface website atau mobile app, desain tipografi, atau pun desain icon set. Setelah itu, cobalah kenali semua bidang khusus yang kamu minati. Lalu lihat lagi, mana yang ingin lebih kamu dalami, dan bisa membuat kamu enjoy untuk mempelajari desain grafis.

Mengulik aplikasi desain

Setelah kamu menentukan spesialisasimu, kamu dapat menentukan aplikasi apa yang nantinya akan kamu gunakan. Misalnya jika kamu ingin menjadi desainer grafis yang bisa membuat logo, iklan, print ad, secara umum kamu bisa menggunakan Adobe Photoshop atau Adobe Illustrator.

Membuat portfolio desain

Ini merupakan bagian yang tidak kalah penting. Di mana poin ini yang menjadi pembeda antara kamu dengan yang lain. Kamu harus punya sebuah kumpulan portofolio desain, yang tentunya berisikan contoh karya-karya desain orisinal kreasimu.

Jangan malu pamerkan portfolio desainmu

Setelah mengetahui beberapa cara menjadi desainer grafis di atas, langkah selanjutnya adalah memperlihatkan hasil desainmu. Kamu bisa membagikan karya-karya desain atau portofoliomu via daring.

Foto profil untuk Agus Yudiarta

Untuk Sekrang, sudah ad IAI sebagai organisasi yang menaungi. Jadi selain kuliah arsitektur itu wajib, setelahnya masih ada tahap berikutnya.

Ini untuk proses yang benar menjadi arsitek berlisensi.

Foto profil untuk Cindy Delviana

Mohon maaf sebelumnya..

Aku tidak ingin menghancurkan impianmu! Tapi semoga penjelasan ini bisa membantumu mempersiapkan keuangan untuk belajar Arsitektur :)

Cerita berdasarkan pengalaman pribadi.. Jawaban ini sebelum masa pandemi…

Tulisan ini tidak ada maksud untuk menjatuhkan siapapun.

Cerita akan panjang !! Siap-siap jangan pusing apalagi sampai muntah. Hihihi

Jika kamu seseorang yang ingin belajar arsitektur dalam ekonomi pas-pasan sebaiknya jangan pernah mengambil program kelas reguler kecuali kalau kamu memang mendapatkan beasiswa. Karena, Ya Tuhan!! biaya akan mahal sekali!!

Terus gimana dong

Mohon maaf sebelumnya..

Aku tidak ingin menghancurkan impianmu! Tapi semoga penjelasan ini bisa membantumu mempersiapkan keuangan untuk belajar Arsitektur :)

Cerita berdasarkan pengalaman pribadi.. Jawaban ini sebelum masa pandemi…

Tulisan ini tidak ada maksud untuk menjatuhkan siapapun.

Cerita akan panjang !! Siap-siap jangan pusing apalagi sampai muntah. Hihihi

Jika kamu seseorang yang ingin belajar arsitektur dalam ekonomi pas-pasan sebaiknya jangan pernah mengambil program kelas reguler kecuali kalau kamu memang mendapatkan beasiswa. Karena, Ya Tuhan!! biaya akan mahal sekali!!

Terus gimana dong? Masa gak bisa jadi arsitek?

Tenang! Impian masih bisa digapai.. Saya kuliah arsitektur sembari bekerja. Ada beberapa kampus yang menyediakan program itu, jadi bagi siapapun yang ingin kuliah di program Arsitek, kalian bisa melakukannya sembari mencari cuan.. sebelum pandemi datang, jadwal kuliahnya di setiap hari sabtu dan beberapa hari di malam hari (ini tidak setiap minggu biasanya dua minggu di awal semester dan waktu ujian) sisanya online. Tapi sekarang semuanya online.

Hore!!! Berarti kuliahnya bisa lancar dong.

Tidak semudah itu kawan-kawan :’)

Meskipun biaya kuliah bisa teratasi, biaya penunjang kuliah juga tidak murah. Biaya perlengkapan gambar, pembuatan maket, bahkan pulpen drawingnya mahal. Izinkan saya menjabarkannya..

  1. BIAYA PERLENGKAPAN GAMBAR

(Foto pribadi - awal semester)

Belajar Arsitekur berarti harus menggambar. Di semester awal biasanya kamu menggambar secara manual. Berarti kamu harus punya

  • pensil
  • pulpen drawing
  • kertas gambar A3 (gakmungkin A4)
  • penggaris segitiga

(Wajib punya untuk pemula),

  • penggaris panjang biasa
  • Bahan maket (dari semester satu sudah harus buat maket, biasanya bahannya birmet, kayu balsa polyfoam, terserah kamu suka yg mana? Aku biasanya pakai paling murah 😆)
  • Cutting mat (bisa beli / tidak)
  • Cutter
  • Lem fox / lem kayu
  • Miniatur pohon, rumput (disini kamu mulai diuji kreatifitas kamu) 👍🌈
  • Dll yang terlalu banyak dibutuhkan

Semua alat-alat itu wajib punya dan harus digunakan berulang. Misakan Dalam satu semester bisa 4 bulan dan dalam sebulan ada 4-5 minggu pertemuan dengan dosen. Berarti kamu harus menggambar 4-5 kali dalam sebulan apalagi tiap tugas, gambarnya bukan satu, tapi ada gambar tampak, layout, potongan (Ah mantap!). Kamu dipastikan butuh kertas A3 banyak! Pen drawing banyak! Karena revisi akan terus berulang. Silahkan bayangkan seberapa besar uang yg kamu keluarkan.

2. BIAYA PEMBELIAN LAPTOP

Gambar digital mulai dilakukan di semester 5, biasanya menggunakan program sketchup, autocad, 3dmax, Lumion program-program ini berat.. kamu tidak bisa punya laptop kentang kecuali temanmu baik, dia mau meminjamkan laptopnya. Tapikan dia juga harus menggunakannya 🥺

Teman-teman saya menggunakan ini.

Saya gak punya. Harganya mahal sekali. Bikin nangis sekebon😭😭 untung teman saya baik. Dia mau meminjamkannya di musim ujian. Bro aku tidak akan melupakan jasa2mu!!

3. BIAYA PRINT

Ini biaya bulanan yang bikin saya rajin puasa. Terima kasih pak Surya (pemilik jasa printer langganan di kampus) berkat anda saya bisa ikut ujian. 🤣 Tapi harganya masih bikin saya nangis. Sekali print warna harga bisa 3rb rupiah. Kenapa mahal? Saya ingatkan lagi, kamu harus print di ukuran kertas A3, belum lagi tiap asistensi (seperti konsultasi desain dengan dosen) selalu ada revisi dan biasanya beberapa dosen mewajibkan print, kalau kamu bisa asistensi tanpa perlu print (Kamu beruntung!).

Print berulang bukan hal biasa, sekali print bisa lebih 10 lbr. Total print saya bisa 50rb-500rb per minggu. Beberapa teman saya beruntung bisa print di kantor, ada juga yang print sampai sejuta. Saya tidak mengada-ada atau menakut2an, itulah kenyataannya.

Di akhir semester kamu harus buat poster seukuran 1A.. biayanya? Jangan tanya… huhuhu

4. BIAYA PEMBUATAN MAKET

Tadi bahannya sudah disebutkan, kenapa disebutkan lagi? Beban biaya dan pembuatan maket juga bisa membuat kepala pening. 😅😅

(Foto pribadi - maket seadanya :’))

Apalagi ya?

Sepertinya itu aja sudah bisa membuat bayangan “apakah kuliah arsitektur bisa dengan biaya rendah?” Jawabannya ya semua tergantung isi dompet kamu. Aku bukan orang kaya tapi alhamdulillah bisa lulus meskipun dengan tetesan air mata, keringat dan darah hehehe Insha Allah kalau kalian niatnya baik. Rejeki kuliah ada saja kok..

Terima kasih.

Salam,

Cindelvi.....

Foto profil untuk Fmplover

sebagai lulusan s1 arsitektur (tapi gelar saya S.T. ya, bukan S.Ars), saya coba spill sedikit;

dari minusnya dulu deh, biar anda tau paitnya;

  1. kalo time management anda "seburuk kebanyakan mahasiswa arsitek lainnya", maka akan terbelenggu dengan tugas2 yang terus mnerus, dan seperti dipaksa bergadang terus2an. seperti dipaksa menyeret mayat sendiri saat dekat tanggal2 submission.
  2. hanya secuil konsultan arsitek yang memberikan payout yang proper. ingat lho : proper, bukan berarti abundant.
  3. rata2 konsultan arsitek itu sendiri cukup struggling dengan cashflow, apalagi yang mid size. malah biasa yang o

sebagai lulusan s1 arsitektur (tapi gelar saya S.T. ya, bukan S.Ars), saya coba spill sedikit;

dari minusnya dulu deh, biar anda tau paitnya;

  1. kalo time management anda "seburuk kebanyakan mahasiswa arsitek lainnya", maka akan terbelenggu dengan tugas2 yang terus mnerus, dan seperti dipaksa bergadang terus2an. seperti dipaksa menyeret mayat sendiri saat dekat tanggal2 submission.
  2. hanya secuil konsultan arsitek yang memberikan payout yang proper. ingat lho : proper, bukan berarti abundant.
  3. rata2 konsultan arsitek itu sendiri cukup struggling dengan cashflow, apalagi yang mid size. malah biasa yang ownernya tajir melintir itu biasa skala company nya cukup kecil, tapi pinter milking karyawannya aja.
  4. untuk ukuran mahasiswa, jurusan arsitek salah satu yang menuntut anda agak tech savy, karena anda pasti akan harus beradaptasi dengan utilizing software pendukung kerja anda. dan biasanya dibarengi dengan pengetahuan hardware yang mumpuni untuk pc / laptop anda. malah klo bener2 mau "kerja halal", yaitu dengan membeli semua software secara legal, paket student sekalipun lumayan berat buat kantong.

saya coba masuk ke plusnya ya;

  1. saya berhasil membuat breakthrough terkait time management, ya salah satu nya karena ortu saya sponsorin saya workstation saat saya kuliah. jadi saya gak begadang.

    di sisi lain, ketika saya kerja dan tuntutan kerjanya gak se parah waktu kuliah, nah disposable time yang bisa saya alokasikan untuk produktif jadi sangat melimpah.
  2. di setiap angkatan (dulu di tempat saya yg teknik arsitektur nya terakreditasi A sekalipun), yang bener2 berkarir sebagai arsitek gak sampe 15%. dan yang bener2 jadi arsitek hingga "mampu berdiri sendiri", kyknya gak sampe 5% dari total angkatan. di sisi lain, 95% nya ini anda bisa lintas karir kemana2, karena jurusan arsitektur sendiri mewarisi kerangka berpikir problem solving yang kepake buat berbagai industri.

    asal anda bisa dan mau jualan, actually semua lulusan arsitek adalah desired asset buat perusahaan.

    wong sepanjang semester kan di-
    drilling untuk sidang studio, bagaimana anda membantu desain anda nge-lonthe ke dosen penguji maupun dosen pembimbing anda sendiri.

    total ada 7 semester yang meminta pitching kyk gini, klo gak bisa jualan mah anda pasti susah sendiri saat sidang, dan ketika anda lulus, "harusnya" anda udah khatam terkait metode ini.
  3. berkaitan dengan poin 2, lulusan arsitek adalah salah satu lulusan yang adaptif dan dikenal sebagai "dokter nya anak teknik". ya, kerja keras anda saat kuliah punya sepak terjang yang luar biasa di jurusan lain maupun di dunia kerja, jadi asal anda bisa tembus first barrier saat apply kerja, kemungkinan bisa keterima kerja beda industri masih cukup besar dibanding jurusan lain yang lebih terspesialisasi.
  4. asal S1 anda arsitek, mau ambil S2 interior kek, landscape kek, manajemen konstruksi kek, bisa2 aja. opsi anda luas.

    beda dengan S1 interior, sjauh yang saya tau, gak bisa ambil S2 arsitektur.

    saya pun sekarang berbisnis di bidang interior. simpel aja, duitnya lebih cepet muter. dan menurut saya, risiko di interior lebih kecil dengan timespan yang lebih pendek.

    lucunya gini, jurusan arsitektur itu dianggap lebih keren dan wah, tapi jasa nya itu dihargai lebih curah daripada desainer interior ataupun landscape.

    jadi klo anda udah ada basic arsitektur lalu pengen pengembangan spesialisasi ke landscape atau interior, sangat possible.
Foto profil untuk WILLIAM-YT

Menjadi seorang arsitek profesional membutuhkan kombinasi pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi resmi. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda tempuh untuk menjadi arsitek profesional:


1. Menempuh Pendidikan Arsitektur

🔹 Lulus dari Program Studi Arsitektur

  • Untuk menjadi arsitek, Anda harus mengambil S1 Arsitektur di universitas yang terakreditasi.
  • Jika ingin menjadi arsitek dengan lisensi internasional, biasanya perlu melanjutkan ke S2 Arsitektur atau setidaknya memiliki pendidikan yang diakui oleh lembaga arsitektur negara terkait.

💡 Catatan:

  • Pastikan program studi yang Anda pilih sudah

Menjadi seorang arsitek profesional membutuhkan kombinasi pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi resmi. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda tempuh untuk menjadi arsitek profesional:


1. Menempuh Pendidikan Arsitektur

🔹 Lulus dari Program Studi Arsitektur

  • Untuk menjadi arsitek, Anda harus mengambil S1 Arsitektur di universitas yang terakreditasi.
  • Jika ingin menjadi arsitek dengan lisensi internasional, biasanya perlu melanjutkan ke S2 Arsitektur atau setidaknya memiliki pendidikan yang diakui oleh lembaga arsitektur negara terkait.

💡 Catatan:

  • Pastikan program studi yang Anda pilih sudah terakreditasi oleh lembaga resmi, seperti LAM-PTKes di Indonesia atau NAAB di Amerika Serikat.
  • Selama kuliah, bangun portofolio desain sebanyak mungkin untuk memperkuat peluang kerja nantinya.

2. Menjalani Magang atau Pengalaman Kerja di Firma Arsitektur

🔹 Magang di perusahaan arsitektur minimal 2-3 tahun untuk mendapatkan pengalaman langsung.
🔹 Selama magang, Anda akan belajar tentang:

  • Proses desain arsitektur yang profesional.
  • Penggunaan perangkat lunak arsitektur seperti AutoCAD, SketchUp, Revit, dan BIM.
  • Pengelolaan proyek dan komunikasi dengan klien serta kontraktor.

💡 Tips:

  • Cari pengalaman di firma arsitektur yang memiliki proyek nyata, bukan hanya konsep desain.
  • Jika memungkinkan, terlibat langsung dalam proyek pembangunan untuk memahami realitas di lapangan.

3. Mendapatkan Sertifikasi dan Lisensi Resmi

Di Indonesia, seorang arsitek harus memiliki Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA) atau Sertifikat Praktik Arsitek (STRA) yang dikeluarkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

🔹 Langkah-langkah mendapatkan sertifikasi IAI:

  1. Lulus pendidikan S1 Arsitektur.
  2. Menjalani magang atau pengalaman kerja minimal 2 tahun.
  3. Mengajukan sertifikasi ke IAI dan mengikuti uji kompetensi.
  4. Mendapatkan lisensi resmi untuk bekerja sebagai arsitek profesional.

💡 Catatan:

  • Di negara lain, sertifikasi bisa berbeda, misalnya AIA di Amerika, ARB di Inggris, atau PPR di Singapura.
  • Tanpa sertifikasi, Anda hanya bisa bekerja sebagai desainer atau drafter, tetapi tidak bisa menandatangani dokumen resmi sebagai arsitek.

4. Memperdalam Keahlian dalam Software Arsitektur dan BIM

Di dunia arsitektur modern, penguasaan software adalah kunci sukses. Beberapa software yang wajib dikuasai:
🔹
AutoCAD & SketchUp – Untuk gambar teknis dan modeling dasar.
🔹
Revit & BIM (Building Information Modeling) – Untuk desain profesional dan manajemen proyek.
🔹
Lumion, V-Ray, atau Enscape – Untuk visualisasi dan rendering realistik.
🔹
Adobe Photoshop & Illustrator – Untuk presentasi desain yang menarik.

💡 Tips:

  • Ikuti kursus tambahan atau sertifikasi software jika diperlukan.
  • Kuasai BIM (Building Information Modeling) karena semakin banyak proyek yang menggunakannya.

5. Memperbanyak Portofolio dan Koneksi Profesional

🔹 Portofolio adalah senjata utama arsitek.

  • Buat portofolio yang berisi proyek nyata dan konsep desain terbaik Anda.
  • Gunakan platform seperti Behance, LinkedIn, atau website pribadi untuk memamerkan karya Anda.

🔹 Bangun jaringan profesional:

  • Bergabung dengan komunitas arsitek seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) atau organisasi internasional.
  • Hadiri seminar, workshop, dan pameran arsitektur untuk memperluas relasi dan wawasan.

💡 Tips:

  • Portofolio digital dan fisik sama-sama penting.
  • Jaringan profesional bisa membantu Anda mendapatkan proyek atau pekerjaan lebih cepat.

6. Memahami Aspek Bisnis dan Manajemen Proyek

🔹 Seorang arsitek profesional tidak hanya mendesain, tetapi juga harus memahami aspek bisnis dan manajemen proyek.
🔹 Jika ingin membuka firma sendiri, Anda harus belajar tentang:

  • Manajemen keuangan dan anggaran proyek.
  • Negosiasi dengan klien dan kontraktor.
  • Regulasi dan perizinan bangunan.

💡 Tips:

  • Pelajari dasar-dasar estimasi biaya konstruksi dan hukum bangunan.
  • Jika ingin lebih profesional, bisa mengambil kursus manajemen proyek konstruksi.

7. Mengembangkan Spesialisasi atau Keunggulan

🔹 Setelah menjadi arsitek profesional, Anda bisa memilih untuk menjadi spesialis di bidang tertentu, seperti:

  • Arsitektur ramah lingkungan (green building).
  • Arsitektur komersial atau perumahan.
  • Desain interior atau lanskap.

💡 Tips:

  • Jika ingin bersaing di industri global, pertimbangkan sertifikasi tambahan seperti LEED (untuk green building) atau PMP (untuk manajemen proyek).
  • Semakin spesifik keahlian Anda, semakin besar peluang untuk mendapatkan proyek besar.

Kesimpulan

Untuk menjadi arsitek profesional, Anda perlu melalui beberapa tahap:
Lulus pendidikan arsitektur (S1/S2).
Magang di firma arsitektur minimal 2 tahun.
Mendapatkan sertifikasi resmi (IAI/SKA/STRA).
Menguasai software arsitektur dan BIM.
Membangun portofolio dan jaringan profesional.
Memahami aspek bisnis dan manajemen proyek.
Mengembangkan spesialisasi untuk meningkatkan daya saing.

Menjadi arsitek profesional memang membutuhkan proses panjang, tetapi jika Anda memiliki passion dan ketekunan, hasilnya akan sepadan.

Foto profil untuk Rosida Widyastuti

Hai,

Saya lulusan arsitektur thn 2000 dan sebelum menikah pernah bekerja di luar pulau. Waktu itu pada prinsipnya saya sabet semua tawaran pekerjaan yang ada dan gaji lumayan. Padahal kemampuan saya masih kurang waktu itu, tetapi saya punya prinsip "learning by doing" disertai doa, kerja keras dan ketekunan, selalu memegang prinsip memberikan yang terbaik dalam kinerja kita, pantang menyerah menghadapi tantangan apa pun, niscaya kita akan tetap bertahan dan sukses berkarier sebagai seorang arsitek.

Adapun kemampuan yang harus dimiliki seorang arsitek adalah kreativitas, kemampuan 'brainstorming'

Hai,

Saya lulusan arsitektur thn 2000 dan sebelum menikah pernah bekerja di luar pulau. Waktu itu pada prinsipnya saya sabet semua tawaran pekerjaan yang ada dan gaji lumayan. Padahal kemampuan saya masih kurang waktu itu, tetapi saya punya prinsip "learning by doing" disertai doa, kerja keras dan ketekunan, selalu memegang prinsip memberikan yang terbaik dalam kinerja kita, pantang menyerah menghadapi tantangan apa pun, niscaya kita akan tetap bertahan dan sukses berkarier sebagai seorang arsitek.

Adapun kemampuan yang harus dimiliki seorang arsitek adalah kreativitas, kemampuan 'brainstorming', dan penguasaan perangkat lunak (Autocad, 3DSmax dan sebagainya) yang sangat dibutuhkan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Semoga sedikit tips dari saya ini berguna.

Foto profil untuk RZTj

Ga bisa.

Aku sendiri bisa mengoperasikan Sketch Up tapi tahu diri ga bisa jadi arsitek. Walaupun sekarang turut mendirikan studio arsistektur, bukan berarti aku pantas disebut arsitek.

Arsitek ini gelar khusus untuk profesi spesialis ahli desain bangunan, sama seperti insinyur (ahli bidang keteknikan), pengacara (ahli bidang hukum), atau dokter (ahli bidang kedokteran) yang untuk mendapatkan gelar tersebut tidak bisa bermodalkan pandai mengoperasikan software saja.

Untuk menjadi arsitek, mesti kuliah di jurusan Ilmu Arsitektur di mana studinya mempertemukan antara sains dan estetika. Tugas akhirn

Ga bisa.

Aku sendiri bisa mengoperasikan Sketch Up tapi tahu diri ga bisa jadi arsitek. Walaupun sekarang turut mendirikan studio arsistektur, bukan berarti aku pantas disebut arsitek.

Arsitek ini gelar khusus untuk profesi spesialis ahli desain bangunan, sama seperti insinyur (ahli bidang keteknikan), pengacara (ahli bidang hukum), atau dokter (ahli bidang kedokteran) yang untuk mendapatkan gelar tersebut tidak bisa bermodalkan pandai mengoperasikan software saja.

Untuk menjadi arsitek, mesti kuliah di jurusan Ilmu Arsitektur di mana studinya mempertemukan antara sains dan estetika. Tugas akhirnya berupa projek desain arsitektural lengkap dengan maket dan presentasi konsep & fungsi. Setelah itu, kuliah profesi arsitek minimal 1 tahun dengan mata kuliah pelatihan intensif software lanjutan, magang di biro arsitektur dan tugas akhir berupa perancangan lagi.

Setelah itu, sama seperti Pengacara, Arsitek mesti punya lisensi profesi resmi (nomor STRA) dan tercatat di data negara, juga bergabung di asosiasi ini;

Tanpa semua itu, mohon maaf seseorang tidak bisa mengaku dan bekerja sebagai arsitek.

Jika pandai mengoperasikan software saja, dalam biro arsitektur palingan bekerja sebagai drafter, yakni staf pembantu yang menggambar secara detail konsep desain arsitek utamanya. Di mana biasanya, ada banyak staf drafter di biro arsitektur, dengan spesialisasi tugas utama berbeda-beda. Ada layout, fasad, lansekap, dll.

Di studioku, kami ada principal architect (arsitek utama) ini yang namanya pasti muncul sebagai senimannya. Kemudian ada asisten arsitek, di bawahnya ada drafter. Profesi lain yang turut masuk dalam stuktur kerja biro arsitek boleh project admin, finance, marketing, atau juga bisa tandem dengan developer untuk skala yang lebih besar.

Ilmu Arsitektur itu bukan menyoal bisa bikin desain bangunan pakai software aja. Mereka belajar Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Teknik, Kesenian, dan masih banyak lagi yang aku sendiri pernah pusing lihat rak buku si principal architect. Karena Arsitektur itu ilmu multidisiplin dan berada tepat di tengah antara ilmu sosial dan ilmu eksakta, beberapa kampus ada yang bingung mau menempatkan jurusan ini di fakultas teknik atau fakultas seni. Kekayaan di balik ilmu arsitektur itulah yang membuatku terkesima sampai hari ini.

Peninggalan peradaban besar ga lepas dari arsitektur dan literasinya.

Jadi, jika minat menjadi seorang arsitek, dan usia masih mumpuni untuk belajar lagi, tempuhlah jalur di atas. Selamat mencoba.

Foto profil untuk Quora User

Jikalau yang dimaksud dengan menggambar di pertanyaan ini adalah menggambar manual, maka jawabannya adalah perlu. Mengapa perlu bisa menggambar manual, setidaknya dengan bisa dan terbiasa menggambar manual hal ini melatih daya pemahaman visual dan ruang bentuk spasial.

Bagaimana kalau tdk bisa sama sekali dalam hal menggambar? Kabar baiknya, menggambar manual di bidang arsitektur itu tdk sama dengan menggambar di bidang seni murni. Gambar manual, sketch arsitektural cenderung bisa dipelajari oleh banyak orang. Menggambar manual di bidang arsitektur yg terpenting adalah benar secara perspektif,

Jikalau yang dimaksud dengan menggambar di pertanyaan ini adalah menggambar manual, maka jawabannya adalah perlu. Mengapa perlu bisa menggambar manual, setidaknya dengan bisa dan terbiasa menggambar manual hal ini melatih daya pemahaman visual dan ruang bentuk spasial.

Bagaimana kalau tdk bisa sama sekali dalam hal menggambar? Kabar baiknya, menggambar manual di bidang arsitektur itu tdk sama dengan menggambar di bidang seni murni. Gambar manual, sketch arsitektural cenderung bisa dipelajari oleh banyak orang. Menggambar manual di bidang arsitektur yg terpenting adalah benar secara perspektif, komposisi ruang dan jarak, dn informatif… tidak perlu hingga kualitas realis atau bahkan hyperealism. Menggambar di bidang arsitektur, tdk menggunakan teknik smudge, realis shading, dll… cukup menggunakan titik dan garis saja, serta yg tak kalah paling penting adalah informatif.

Apa bisa dipelajari walaupun tdk mempunyai bakat dalam hal menggambar? Tentu saja bisa dan pasti bisa, asal mau belajar dan konsisten. Mulailah dengan belajar membuat garis dan lingkaran, kalau merasa tarikan garis sketch-nya sdh mulai terasa mantap hehehe kemudian mulai belajar menggambar bentuk sederhana semacam kubus, balok, limas dll.. tambahkan shading (dengan menggunakan penebalan garis) jika mulai terbiasa. Level berikutnya, mulailah menggambar perspektif ruang, iseng-iseng coba menggambar ruang kamar kamu, kalau sdh sangat menikmati kamu bisa pergi keluar ruangan dgn mulai menggambar suasana luar ruang. Jangan takut gambarmu terlihat buruk, perhatikan aspek informatifnya.

Kabar baiknya adalah… gambar manual sdh tergantikan sebagian besarnya dengan software digital baik itu 2D, 3D ataupun BIM software terlebih lagi untuk urusan gambar rekayasa teknik utk proses pembangunan, hampir sudah tdk lagi menggunakan gambar manual.

Tapi kembali ke gambar manual, kemampuan ini penting dan jangan diremehkan apalagi ditinggalkan. Kemampuan ini benar-benar membantu anda dalam hal mengembangkan ide. Dan yang terpenting, ketika sdh berhadapan langsung dgn calon klien atau klien, menggambar manual/sketch sangat diperlukan utk menerjemahkan dan memaparkan ide dihadapan klien, masa iya mesti buka laptop trs buka software CAD, dll hanya untuk menggambarkan sketch ide anda..

Kesimpulannya adalah untuk (belajar) menjadi seorang arsitek, perlu bisa menggambar manual dan hal ini bisa dipelajari.

Edit: O iya, saya belum menjawab pertanyaannya dengan tepat hahaa, caranya daftar kuliah di jurusan arsitektur dan tempuh masa pendidikannya hingga lulus. Menggambarnya tetap dilatih yaaa…

Foto profil untuk Dinardi

ini suasana di kantor/ studio desain kita saat ada presentasi arsitektur.

pertanyaannya, apa beda tahapan pekerjaan arsitek di biro ars vs freelance

  1. sama aja sih, dulu saat saya belum membentuk biro sendiri, saya bisa terhitung freelance, kerja semua sendiri. Tapi lama lama nggak kepegang pekerjaannya, jadi mulai hire bantuan.
  2. tapi ada yang beda juga, yaitu harus bisa delegasi, yang mana buat saya susah juga awalnya, karena belum terbiasa. Tapi lama lama bisa juga
  3. flow kerja yang lebih panjang karena ada tangan tambahan ( desainer lain ) perlu SOP sederhana, kalau nggak nanti QC nya cukup panjang.

ini suasana di kantor/ studio desain kita saat ada presentasi arsitektur.

pertanyaannya, apa beda tahapan pekerjaan arsitek di biro ars vs freelance

  1. sama aja sih, dulu saat saya belum membentuk biro sendiri, saya bisa terhitung freelance, kerja semua sendiri. Tapi lama lama nggak kepegang pekerjaannya, jadi mulai hire bantuan.
  2. tapi ada yang beda juga, yaitu harus bisa delegasi, yang mana buat saya susah juga awalnya, karena belum terbiasa. Tapi lama lama bisa juga
  3. flow kerja yang lebih panjang karena ada tangan tambahan ( desainer lain ) perlu SOP sederhana, kalau nggak nanti QC nya cukup panjang.
  4. ada beda lagi mengenai jam kerja, makin banyak orang, jam kerja agak sulit fleksibel ( karena kita belum terbiasa online ) saat covid kita coba, tapi belum berhasil tuh.
  5. beda nya juga ada tambahan skill management yang harus saya pelajari. Alhasil dulu saya ambil MM, s2 nya karena saya kewalahan memanage orang orang tanpa tau ilmu nya. Sekarang karena sudah agak paham rada mendingan.

segitu dulu yaa jawabannya

Foto profil untuk Faisal Mirza Fadillah

Bagaimana cara menjadi arsitek jika belum pernah bisa menggambar? adalah Dengan menjalani pendidikan formal di Bidang Arsitektur.

Sumber Gambar : Kamu Itu Beda - Seputar Kampus, Dunia Kerja, Pengembangan Diri, dan Teknologi

Apabila konteks daripada kata ''bisa menggambar'' diatas adalah seseorang yang betul-betul expertise layaknya Seniman / Pelukis; maka jawabannya adalah tidak diwajibkan. Walaupun untuk masuk kebeberapa instansi pendidikan Arsitektur harus melewati ujian menggambar terlebih dahulu, nyatanya dalam bidang keprofesian Arsitektur hal tersebut bukan lah menjadi pakem utama/dasar

Catatan Kaki

Bagaimana cara menjadi arsitek jika belum pernah bisa menggambar? adalah Dengan menjalani pendidikan formal di Bidang Arsitektur.

Sumber Gambar : Kamu Itu Beda - Seputar Kampus, Dunia Kerja, Pengembangan Diri, dan Teknologi

Apabila konteks daripada kata ''bisa menggambar'' diatas adalah seseorang yang betul-betul expertise layaknya Seniman / Pelukis; maka jawabannya adalah tidak diwajibkan. Walaupun untuk masuk kebeberapa instansi pendidikan Arsitektur harus melewati ujian menggambar terlebih dahulu, nyatanya dalam bidang keprofesian Arsitektur hal tersebut bukan lah menjadi pakem utama/dasar kualifikasi, yang dibutuhkan dalam bidang ini adalah 'sense'. Sepengetahuan saya pribadi, maksud dari ujian menggambar tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan para calon pelajar akan pembayangan ruang; atau kembali lagi kepada 'sense' itu tadi.

'Sense' yang saya maksud adalah kepiawaan perancang dalam merasakan/membayangkan, dengan didasari oleh hal-hal teknis yang tentu akan dipelajari selama proses Pendidikan Arsitektur dijalani. 'Sense' ini bisa meliputi :

  • 'Sense' Arsitek dalam membayangkan ruang beserta isinya, dengan memikirkan segala konsekuensi yang mungkin terjadi kedepannya. Apa ruangannya ideal/ergonomis atau tidak secara besaran/skala ruang. Contoh sederhana, ketika mendesain sebuah ruang tidur dengan tinggi plafon yang tergolong tinggi maka akan menimbulkan kesan intimidatif karena manusia didalam ruang akan merasa kecil, inilah mengapa plafon tinggi cocok diterapkan pada bangunan-bangunan peribadatan untuk menimbulkan efek merasa 'rendah' akan keagungan yang maha pencipta.

Sumber Gambar : Google.com

Sumber Gambar : Design Boom - Bioclimatic Community Mosque of Pamulang (Karya RAD+ar)

  • 'Sense' Arsitek dalam merunutkan kebutuhan manusia berlandaskan kebiasaan manusia, pemahaman akan kebiasaan manusia ini bisa dipelajari dalam pelajaran Arsitektur Perilaku Manusia.

Sumber Gambar : Google.com

  • 'Sense' Arsitek dalam membaca lingkungan alam sekitar, memilah milih potensi dan kelemahan lingkungan yang nantinya akan dirumuskan dan diselesaikan dalam proses mendesain.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

  • Dan masih banyak lagi.

Terimakasih, mohon koreksi apabila ada yang keliru untuk saya tambahkan / kurangi. Semoga sehat dan bahagia selalu. - Faisal Mirza Fadillah

Catatan Kaki

Foto profil untuk Denallie

Heh? Ini sama aja seperti tanya apa bisa jadi dokter tanpa sekolah kedokteran

Foto profil untuk Hilman
  1. Sabar. Jangan buru buru ingin lekas sampai, karena menjadi arsitek merupakan perjalanan panjang dan berjenjang.
  2. Jalani proses. Tidak ada karir yang instan, tidak ada pekerjaan yang beres semalam. semua butuh tahapan dan proses yang dilalui dari bawah dan tidak mudah.
  3. Pantang menyerah. Dalam perjalanannya akan ditemui lika liku, medan terjal, dan hambatan. Sering kali gagal tapi jangan putus harapan terus berjuang.
  4. Berkarakter . Arsitek harus punya sikap, atitude, tegas, berkarakter, tidak mudah goyah dalam berprinsip. Karena ini akan menjadi ciri khas, trade mark dari pribadi diri dan karya nya.
  5. B
  1. Sabar. Jangan buru buru ingin lekas sampai, karena menjadi arsitek merupakan perjalanan panjang dan berjenjang.
  2. Jalani proses. Tidak ada karir yang instan, tidak ada pekerjaan yang beres semalam. semua butuh tahapan dan proses yang dilalui dari bawah dan tidak mudah.
  3. Pantang menyerah. Dalam perjalanannya akan ditemui lika liku, medan terjal, dan hambatan. Sering kali gagal tapi jangan putus harapan terus berjuang.
  4. Berkarakter . Arsitek harus punya sikap, atitude, tegas, berkarakter, tidak mudah goyah dalam berprinsip. Karena ini akan menjadi ciri khas, trade mark dari pribadi diri dan karya nya.
  5. Banyak bergaul. Hubungan baik dengan relasi salah satu kunci keberhasilan karena dari relasi inilah sumber2 kegiatan berasal. Jadi terus perbanyak relasi sebanyak mungkin saling menghormati dan menghargai, jangan tinggi hati (arogan).
  6. Total. Sebagai arsitek tidak bisa setengah setengah dalam berkarir. Karena hasilnya kurang maksimal jika tidak mengerahkan segala kemampuan. Selain itu, gunakan juga hati, agar karyanya bisa lebih hidup tidak sekedar jadi.

Sebetulnya masih banyak tips yg harus dilakukan. Sekiranya beberapa poin di atas cukup untuk mengantarkan sesorang sukses menjadi arsitek. Walaupun dirasa tips tsb bagus juga untuk karir profesi lainnya.

Semoga bermanfaat

Foto profil untuk Anggi Yusika Ayuni

Berjalan lancar

Tahun 2014 lulus Sekolah Menengah Atas dan beberapa bulan kemudian saya bekerja di perusahaan besar yang memproduksi tas dari berbagai brand.

Setelah saya pikirkan, saya merasa sangat beruntung bisa masuk ke perusahaan ini. Saya hanya diberi 3 pertanyaan ketika interview

Mr. Kum : Siapa nama kamu? Usia berapa sekarang? Bisa bahasa Inggris? Besok mulai kerja ya.

Saya juga mau kok kuliah, ketika teman-teman saya sedang belajar saya harus bekerja dan itu membuat saya sangat insecure.

Pada saat itu keuangan keluarga sangat tidak baik, rumah, motor dan segala isi rumah dijual, kami sedan

Berjalan lancar

Tahun 2014 lulus Sekolah Menengah Atas dan beberapa bulan kemudian saya bekerja di perusahaan besar yang memproduksi tas dari berbagai brand.

Setelah saya pikirkan, saya merasa sangat beruntung bisa masuk ke perusahaan ini. Saya hanya diberi 3 pertanyaan ketika interview

Mr. Kum : Siapa nama kamu? Usia berapa sekarang? Bisa bahasa Inggris? Besok mulai kerja ya.

Saya juga mau kok kuliah, ketika teman-teman saya sedang belajar saya harus bekerja dan itu membuat saya sangat insecure.

Pada saat itu keuangan keluarga sangat tidak baik, rumah, motor dan segala isi rumah dijual, kami sedang merasakan perputaran roda kehidupan yang sangat drastis. Kehidupan keluarga kami sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan untuk makan pun kami tidak memiliki uang. Mengontrak di salah satu rumah yang menurut saya tidak layak huni, bahkan saya menukar sepeda kesayangan saya untuk membayar kontrakan.

Belajar memang bisa dilakukan dimana saja, tapi jika bisa dan mampu kuliah menurut saya lebih baik kuliah dan di jurusan yang di inginkan agar menjalankannya bisa dengan sepenuh hati.

Dari tahun 2014 sampai saat ini tahun 2022 saya masih bekerja di tempat yang sama, di perusahaan yang sama. Saya bekerja sebagai PPIC, karena saya merasa insecure dengan teman-teman kerja saya maka saya berusaha belajar lebih banyak dibanding yang lain. Jika mereka punya gelar maka saya harus punya ilmu meski tidak bergelar.

Saya bahkan belajar pekerjaan orang lain, hanya karena penasaran dan saya juga sering dimintai bantuan oleh rekan kerja bahkan atasan saya untuk menyelesaikan atau mereka meminta formula excel agar pekerjaannya bisa cepat selesai.

Selama saya bisa belajar hal baru dan mengasah kemampuan saya disini, saya akan melakukannya. Tapi yang utama tetap job desk saya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab.

Ini adalah beberapa contoh chat dari teman dan atasan yang meminta bantuan saya.

Foto profil untuk Quora User

Jawabannya BISA

Frank Lloyd Wright dan Le Corbusier, tidak pernah kuliah di jurusan arsitektur

dijuluki sebagai salah satu arsitek terbaik Amerika, Frank pernah kuliah di jurusan teknik sipil, tapi DO


Le Corbusier, yang namanya jadi inspirasi bagi Dedy Corbuzier.

Le Corbusier hanya pernah sekolah di sekolah seni

Dua nama di atas adalah maestro dan sesepuh di dunia arsitektur


yang agak muda, Tadao Ando. Arsitek asal jepang ini juga tidak pernah kuliah karena tidak mampu.

Le Corbusier - Wikipedia
Swiss-French architect (1887–1965) Le Corbusier Le Corbusier in 1964 Born Charles-Édouard Jeanneret-Gris [ 1 ] ( 1887-10-06 ) 6 October 1887 Died 27 August 1965 (1965-08-27) (aged 77) Nationality Swiss, French Occupation Architect Awards Buildings Villa Savoye , Poissy Villa La Roche , Paris Unité d'habitation , Marseille Notre Dame du Haut , Ronchamp Buildings in Chandigarh , India Projects Ville Radieuse Signature Charles-Édouard Jeanneret (6 October 1887 – 27 August 1965), known as Le Corbusier ( UK : / l ə k ɔːr ˈ b juː z i . eɪ / lə kor- BEW -zee-ay , [ 2 ] US : / l ə ˌ k ɔːr b uː z ˈ j eɪ , - b uː s ˈ j eɪ / lə KOR -booz- YAY , -⁠booss- YAY , [ 3 ] [ 4 ] French: [lə kɔʁbyzje] ), [ 5 ] was a Swiss-French architectural designer, painter, urban planner and writer, who was one of the pioneers of what is now regarded as modern architecture . He was born in Switzerland to French speaking Swiss parents, and acquired French nationality by naturalization on 19 September 1930. [ 6 ] His career spanned five decades, in which he designed buildings in Europe, Japan, India, as well as North and South America. [ 7 ] He considered that "the roots of modern architecture are to be found in Viollet-le-Duc ". [ 8 ] Dedicated to providing better living conditions for the residents of crowded cities, Le Corbusier was influential in urban planning , and was a founding member of the Congrès International d'Architecture Moderne (CIAM). Le Corbusier prepared the master plan for the city of Chandigarh in India , and contributed specific designs for several buildings there, especially the government buildings. On 17 July 2016, seventeen projects by Le Corbusier in seven countries were inscribed in the list of UNESCO World Heritage Sites as The Architectural Work of Le Corbusier, an Outstanding Contribution to the Modern Movement . [ 9 ] Le Corbusier remains a controversial figure. Some of his urban planning ideas have been criticized for their indifference to pre-existing cultural sites, societal expression and equality, and his alleged ties with fascism , antisemitism , eugenics , [ 10 ] and the dictator Benito Mussolini have resulted in some continuing contention. [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] Le Corbusier also designed well-known furniture such as the LC4 Chaise Lounge chair and the LC1 chair, both made of leather with metal framing. Early life (1887–1904) [ edit ] Le Corbusier (Charles-Édouard Jeanneret), 1920, Nature morte ( Still Life ), oil on canvas, 80.9 cm × 99.7 cm (31.9 in × 39.3 in), Museum of Modern Art , New York Charles-Édouard Jeanneret was born on 6 October 1887 in La Chaux-de-Fonds , a city in the Neuchâtel canton in the Romandie region of Switzerland . His ancestors included Belgians with the surname Lecorbésier , which inspired the pseudonym Le Corbusier which he would adopt as an adult. [ 15 ] His father was an artisan who enameled boxes and watches, and his mother taught piano. His elder brother Albert was an amateur violinist. [ 16 ] He attended
Tadao Ando - Wikipedia
Japanese architect (born 1941) Tadao Ando Ando in 2004 Born ( 1941-09-13 ) 13 September 1941 (age 83) Occupation Architect Awards Practice Tadao Ando Architects & Associates Buildings Projects Rokko Housing I, II, III, Kobe, 1983-1999 Tadao Ando ( 安藤 忠雄 , Andō Tadao , born 13 September 1941) is a Japanese autodidact architect [ 1 ] [ 2 ] whose approach to architecture and landscape was categorized by architectural historian Francesco Dal Co as " critical regionalism ". He is the winner of the 1995 Pritzker Prize . Ando was born a few minutes before his twin brother in 1941 in Minato-ku , Osaka , Japan. [ 3 ] At the age of two, his family chose to separate them and have Tadao live with his great-grandmother. [ 3 ] He worked as a boxer and fighter before settling on the profession of architect , despite never having formal training in the field. Struck by the Frank Lloyd Wright -designed Imperial Hotel on a trip to Tokyo as a second-year high school student, he eventually decided to end his boxing career less than two years after graduating from high school to pursue architecture. [ 4 ] He attended night classes to learn drawing and took correspondence courses on interior design . [ 5 ] He visited buildings designed by renowned architects like Le Corbusier , Ludwig Mies van der Rohe , Frank Lloyd Wright, and Louis Kahn before returning to Osaka in 1968 to establish his own design studio, Tadao Ando Architects and Associates. [ 6 ] Modern Art Museum of Fort Worth, showing the restaurant Galleria Akka, Osaka , 1988 Ando was raised in Japan where the religion and style of life strongly influenced his architecture and design. Ando's architectural style is said to create a " haiku " effect, emphasizing nothingness and empty space to represent the beauty of simplicity. He favors designing complex spatial circulation while maintaining the appearance of simplicity. A self-taught architect, he keeps his Japanese culture and language in mind while he travels around Europe for research. As an architect, he believes that architecture can change society, that "to change the dwelling is to change the city and to reform society". [ 7 ] "Reform society" could be a promotion of a place or a change of the identity of that place. Werner Blaser has said, "Good buildings by Tadao Ando create memorable identity and therefore publicity, which in turn attracts the public and promotes market penetration". [ 8 ] The simplicity of his architecture emphasizes the concept of sensation and physical experiences, mainly influenced by Japanese culture. The religious term Zen , focuses on the concept of simplicity and concentrates on inner feeling rather than outward appearance. Zen influences vividly show in Ando's work and became its distinguishing mark. In order to practice the idea of simplicity, Ando's architecture is mostly constructed with concrete, providing a sense of cleanliness and weightlessness (even though concrete is a heavy material) at the same time. [ 9 ] Due to t
Frank Lloyd Wright - Wikipedia
American architect (1867–1959) Frank Lloyd Wright Sr. (June 8, 1867 – April 9, 1959) was an American architect , designer, writer, and educator. He designed more than 1,000 structures over a creative period of 70 years. Wright played a key role in the architectural movements of the twentieth century, influencing architects worldwide through his works and mentoring hundreds of apprentices in his Taliesin Fellowship . [ 1 ] [ 2 ] Wright believed in designing in harmony with humanity and the environment, a philosophy he called organic architecture . This philosophy was exemplified in Fallingwater (1935), which has been called "the best all-time work of American architecture". [ 3 ] Wright was a pioneer of what came to be called the Prairie School movement of architecture and also developed the concept of the Usonian home in Broadacre City , his vision for urban planning in the United States . He also designed original and innovative offices, churches, schools, skyscrapers, hotels, museums, and other commercial projects. Wright-designed interior elements (including leaded glass windows, floors, furniture and even tableware) were integrated into these structures. He wrote several books and numerous articles and was a popular lecturer in the United States and in Europe . Wright was recognized in 1991 by the American Institute of Architects as "the greatest American architect of all time". [ 3 ] In 2019, a selection of his work became a listed World Heritage Site as The 20th-Century Architecture of Frank Lloyd Wright . Raised in rural Wisconsin , Wright studied civil engineering at the University of Wisconsin and then apprenticed in Chicago, briefly with Joseph Lyman Silsbee , and then with Louis Sullivan at Adler & Sullivan . Wright opened his own successful Chicago practice in 1893 and established a studio in his Oak Park, Illinois home in 1898. His fame increased and his personal life sometimes made headlines: leaving his first wife Catherine "Kitty" Tobin for Mamah Cheney in 1909; the murder of Mamah and her children and others at his Taliesin estate by a staff member in 1914; his tempestuous marriage with second wife Miriam Noel (m. 1923–1927); and his courtship and marriage with Olgivanna Lazović (m. 1928–1959). Early life and education [ edit ] Childhood (1867–1885) [ edit ] Wright was born on June 8, 1867, in the town of Richland Center, Wisconsin , but maintained throughout his life that he was born in 1869. [ 4 ] [ 5 ] In 1987 a biographer of Wright suggested that he had been christened as "Frank Lincoln Wright" or "Franklin Lincoln Wright" but these assertions were not supported by any documentation. [ 6 ] Wright's father, William Cary Wright (1825–1904), was a "gifted musician, orator, and sometime preacher who had been admitted to the bar in 1857." [ 7 ] He was also a published composer. [ 8 ] Originally from Massachusetts , William Wright had been a Baptist minister, but he later joined his wife's family in the Unitarian faith. Wright's mo

Jawabannya BISA

Frank Lloyd Wright dan Le Corbusier, tidak pernah kuliah di jurusan arsitektur

dijuluki sebagai salah satu arsitek terbaik Amerika, Frank pernah kuliah di jurusan teknik sipil, tapi DO


Le Corbusier, yang namanya jadi inspirasi bagi Dedy Corbuzier.

Le Corbusier hanya pernah sekolah di sekolah seni

Dua nama di atas adalah maestro dan sesepuh di dunia arsitektur


yang agak muda, Tadao Ando. Arsitek asal jepang ini juga tidak pernah kuliah karena tidak mampu.

Le Corbusier - Wikipedia
Swiss-French architect (1887–1965) Le Corbusier Le Corbusier in 1964 Born Charles-Édouard Jeanneret-Gris [ 1 ] ( 1887-10-06 ) 6 October 1887 Died 27 August 1965 (1965-08-27) (aged 77) Nationality Swiss, French Occupation Architect Awards Buildings Villa Savoye , Poissy Villa La Roche , Paris Unité d'habitation , Marseille Notre Dame du Haut , Ronchamp Buildings in Chandigarh , India Projects Ville Radieuse Signature Charles-Édouard Jeanneret (6 October 1887 – 27 August 1965), known as Le Corbusier ( UK : / l ə k ɔːr ˈ b juː z i . eɪ / lə kor- BEW -zee-ay , [ 2 ] US : / l ə ˌ k ɔːr b uː z ˈ j eɪ , - b uː s ˈ j eɪ / lə KOR -booz- YAY , -⁠booss- YAY , [ 3 ] [ 4 ] French: [lə kɔʁbyzje] ), [ 5 ] was a Swiss-French architectural designer, painter, urban planner and writer, who was one of the pioneers of what is now regarded as modern architecture . He was born in Switzerland to French speaking Swiss parents, and acquired French nationality by naturalization on 19 September 1930. [ 6 ] His career spanned five decades, in which he designed buildings in Europe, Japan, India, as well as North and South America. [ 7 ] He considered that "the roots of modern architecture are to be found in Viollet-le-Duc ". [ 8 ] Dedicated to providing better living conditions for the residents of crowded cities, Le Corbusier was influential in urban planning , and was a founding member of the Congrès International d'Architecture Moderne (CIAM). Le Corbusier prepared the master plan for the city of Chandigarh in India , and contributed specific designs for several buildings there, especially the government buildings. On 17 July 2016, seventeen projects by Le Corbusier in seven countries were inscribed in the list of UNESCO World Heritage Sites as The Architectural Work of Le Corbusier, an Outstanding Contribution to the Modern Movement . [ 9 ] Le Corbusier remains a controversial figure. Some of his urban planning ideas have been criticized for their indifference to pre-existing cultural sites, societal expression and equality, and his alleged ties with fascism , antisemitism , eugenics , [ 10 ] and the dictator Benito Mussolini have resulted in some continuing contention. [ 11 ] [ 12 ] [ 13 ] [ 14 ] Le Corbusier also designed well-known furniture such as the LC4 Chaise Lounge chair and the LC1 chair, both made of leather with metal framing. Early life (1887–1904) [ edit ] Le Corbusier (Charles-Édouard Jeanneret), 1920, Nature morte ( Still Life ), oil on canvas, 80.9 cm × 99.7 cm (31.9 in × 39.3 in), Museum of Modern Art , New York Charles-Édouard Jeanneret was born on 6 October 1887 in La Chaux-de-Fonds , a city in the Neuchâtel canton in the Romandie region of Switzerland . His ancestors included Belgians with the surname Lecorbésier , which inspired the pseudonym Le Corbusier which he would adopt as an adult. [ 15 ] His father was an artisan who enameled boxes and watches, and his mother taught piano. His elder brother Albert was an amateur violinist. [ 16 ] He attended
Tadao Ando - Wikipedia
Japanese architect (born 1941) Tadao Ando Ando in 2004 Born ( 1941-09-13 ) 13 September 1941 (age 83) Occupation Architect Awards Practice Tadao Ando Architects & Associates Buildings Projects Rokko Housing I, II, III, Kobe, 1983-1999 Tadao Ando ( 安藤 忠雄 , Andō Tadao , born 13 September 1941) is a Japanese autodidact architect [ 1 ] [ 2 ] whose approach to architecture and landscape was categorized by architectural historian Francesco Dal Co as " critical regionalism ". He is the winner of the 1995 Pritzker Prize . Ando was born a few minutes before his twin brother in 1941 in Minato-ku , Osaka , Japan. [ 3 ] At the age of two, his family chose to separate them and have Tadao live with his great-grandmother. [ 3 ] He worked as a boxer and fighter before settling on the profession of architect , despite never having formal training in the field. Struck by the Frank Lloyd Wright -designed Imperial Hotel on a trip to Tokyo as a second-year high school student, he eventually decided to end his boxing career less than two years after graduating from high school to pursue architecture. [ 4 ] He attended night classes to learn drawing and took correspondence courses on interior design . [ 5 ] He visited buildings designed by renowned architects like Le Corbusier , Ludwig Mies van der Rohe , Frank Lloyd Wright, and Louis Kahn before returning to Osaka in 1968 to establish his own design studio, Tadao Ando Architects and Associates. [ 6 ] Modern Art Museum of Fort Worth, showing the restaurant Galleria Akka, Osaka , 1988 Ando was raised in Japan where the religion and style of life strongly influenced his architecture and design. Ando's architectural style is said to create a " haiku " effect, emphasizing nothingness and empty space to represent the beauty of simplicity. He favors designing complex spatial circulation while maintaining the appearance of simplicity. A self-taught architect, he keeps his Japanese culture and language in mind while he travels around Europe for research. As an architect, he believes that architecture can change society, that "to change the dwelling is to change the city and to reform society". [ 7 ] "Reform society" could be a promotion of a place or a change of the identity of that place. Werner Blaser has said, "Good buildings by Tadao Ando create memorable identity and therefore publicity, which in turn attracts the public and promotes market penetration". [ 8 ] The simplicity of his architecture emphasizes the concept of sensation and physical experiences, mainly influenced by Japanese culture. The religious term Zen , focuses on the concept of simplicity and concentrates on inner feeling rather than outward appearance. Zen influences vividly show in Ando's work and became its distinguishing mark. In order to practice the idea of simplicity, Ando's architecture is mostly constructed with concrete, providing a sense of cleanliness and weightlessness (even though concrete is a heavy material) at the same time. [ 9 ] Due to t
Frank Lloyd Wright - Wikipedia
American architect (1867–1959) Frank Lloyd Wright Sr. (June 8, 1867 – April 9, 1959) was an American architect , designer, writer, and educator. He designed more than 1,000 structures over a creative period of 70 years. Wright played a key role in the architectural movements of the twentieth century, influencing architects worldwide through his works and mentoring hundreds of apprentices in his Taliesin Fellowship . [ 1 ] [ 2 ] Wright believed in designing in harmony with humanity and the environment, a philosophy he called organic architecture . This philosophy was exemplified in Fallingwater (1935), which has been called "the best all-time work of American architecture". [ 3 ] Wright was a pioneer of what came to be called the Prairie School movement of architecture and also developed the concept of the Usonian home in Broadacre City , his vision for urban planning in the United States . He also designed original and innovative offices, churches, schools, skyscrapers, hotels, museums, and other commercial projects. Wright-designed interior elements (including leaded glass windows, floors, furniture and even tableware) were integrated into these structures. He wrote several books and numerous articles and was a popular lecturer in the United States and in Europe . Wright was recognized in 1991 by the American Institute of Architects as "the greatest American architect of all time". [ 3 ] In 2019, a selection of his work became a listed World Heritage Site as The 20th-Century Architecture of Frank Lloyd Wright . Raised in rural Wisconsin , Wright studied civil engineering at the University of Wisconsin and then apprenticed in Chicago, briefly with Joseph Lyman Silsbee , and then with Louis Sullivan at Adler & Sullivan . Wright opened his own successful Chicago practice in 1893 and established a studio in his Oak Park, Illinois home in 1898. His fame increased and his personal life sometimes made headlines: leaving his first wife Catherine "Kitty" Tobin for Mamah Cheney in 1909; the murder of Mamah and her children and others at his Taliesin estate by a staff member in 1914; his tempestuous marriage with second wife Miriam Noel (m. 1923–1927); and his courtship and marriage with Olgivanna Lazović (m. 1928–1959). Early life and education [ edit ] Childhood (1867–1885) [ edit ] Wright was born on June 8, 1867, in the town of Richland Center, Wisconsin , but maintained throughout his life that he was born in 1869. [ 4 ] [ 5 ] In 1987 a biographer of Wright suggested that he had been christened as "Frank Lincoln Wright" or "Franklin Lincoln Wright" but these assertions were not supported by any documentation. [ 6 ] Wright's father, William Cary Wright (1825–1904), was a "gifted musician, orator, and sometime preacher who had been admitted to the bar in 1857." [ 7 ] He was also a published composer. [ 8 ] Originally from Massachusetts , William Wright had been a Baptist minister, but he later joined his wife's family in the Unitarian faith. Wright's mo
Foto profil untuk Windy Yudiatra
  1. Kuliah di jurusan Arsitektur
  2. Jika tdk dpt menggambar bagus dgn tangan…..Jangan kuatir sy pun tdk dpt menggambar freehand dengan bagus tp krn jaman sdh maju…manfaatkan komputer sebaik mungkin. Namun ide awal tetap menggunakan goresan tangan sprt anak kecil yg sedang coret2
  3. Banyak-banyaklah melihat hal baru, makin banyak kita mendptkan informasi ttg bentuk bangunan dan interiornya…makin kaya jg ide kita
  4. Perbanyak info ttg material2 baru yg ada di pasaran
  5. Pahamilah ttg struktur bangunan walaupum hanya dasarnya sj agar ide2 dpt diterapkan dan dibangun…jd tdk hanya angan2
  6. Belajarlah tentang lingkungan,
  1. Kuliah di jurusan Arsitektur
  2. Jika tdk dpt menggambar bagus dgn tangan…..Jangan kuatir sy pun tdk dpt menggambar freehand dengan bagus tp krn jaman sdh maju…manfaatkan komputer sebaik mungkin. Namun ide awal tetap menggunakan goresan tangan sprt anak kecil yg sedang coret2
  3. Banyak-banyaklah melihat hal baru, makin banyak kita mendptkan informasi ttg bentuk bangunan dan interiornya…makin kaya jg ide kita
  4. Perbanyak info ttg material2 baru yg ada di pasaran
  5. Pahamilah ttg struktur bangunan walaupum hanya dasarnya sj agar ide2 dpt diterapkan dan dibangun…jd tdk hanya angan2
  6. Belajarlah tentang lingkungan, arah mata angin dan arah sinar matahari
  7. Last but not least. Belajarlah mendengar keinginan owner. Bangunan yg berhasil adalah bangunan yg dpt dinikmati oleh ownernya. Bukan hanya arsiteknya
Foto profil untuk Aditya Imam Khoiri

Menjadi arsitek punya banyak suka duka, dan nggak semua lulusan Arsitektur akhirnya benar-benar menjadi arsitek. Berikut ini beberapa alasan kenapa begitu:

Suka Menjadi Arsitek

Kreativitas Tak Terbatas – Arsitek bisa menuangkan ide-ide kreatif ke dalam desain bangunan yang unik dan fungsional.

Dampak Nyata – Melihat bangunan hasil rancangan sendiri berdiri dan digunakan banyak orang itu kepuasan luar biasa.

Banyak Peluang Kolaborasi – Arsitek sering bekerja sama dengan insinyur, desainer interior, dan berbagai profesional lainnya.

Gaji Bisa Besar – Jika sudah punya nama dan pengalaman, proy

Menjadi arsitek punya banyak suka duka, dan nggak semua lulusan Arsitektur akhirnya benar-benar menjadi arsitek. Berikut ini beberapa alasan kenapa begitu:

Suka Menjadi Arsitek

Kreativitas Tak Terbatas – Arsitek bisa menuangkan ide-ide kreatif ke dalam desain bangunan yang unik dan fungsional.

Dampak Nyata – Melihat bangunan hasil rancangan sendiri berdiri dan digunakan banyak orang itu kepuasan luar biasa.

Banyak Peluang Kolaborasi – Arsitek sering bekerja sama dengan insinyur, desainer interior, dan berbagai profesional lainnya.

Gaji Bisa Besar – Jika sudah punya nama dan pengalaman, proyek besar bisa mendatangkan penghasilan yang sangat menguntungkan.

Bisa Menjadi Konsultan atau Mandiri – Nggak harus kerja kantoran, banyak arsitek sukses dengan studio sendiri atau jadi konsultan.

Duka Menjadi Arsitek

Stres dan Tekanan Tinggi – Deadline ketat, revisi tanpa henti, dan klien yang banyak maunya bisa bikin mental lelah.

Gaji Awal Kecil – Banyak arsitek muda dibayar rendah di awal karier, terutama kalau masih magang atau baru lulus.

Perizinan dan Regulasi Ribet – Desain arsitek harus mengikuti banyak aturan teknis dan birokrasi, yang sering kali bikin frustrasi.

Persaingan Ketat – Banyak lulusan Arsitektur, tapi hanya sedikit yang benar-benar sukses di industri.

Jam Kerja Panjang – Banyak arsitek harus bekerja hingga larut malam, terutama kalau ada proyek besar atau lomba desain.

Kenapa Banyak Lulusan Arsitektur Tidak Jadi Arsitek?

  1. Proses Menjadi Arsitek Tidak Mudah
    Di banyak negara, untuk jadi arsitek resmi harus melewati sertifikasi seperti IAI di Indonesia atau RIBA di Inggris. Ini butuh pengalaman bertahun-tahun dan ujian tambahan.
  2. Persaingan Ketat
    Banyak lulusan Arsitektur memilih jalur lain karena sulit bersaing di dunia arsitektur murni.
  3. Minat Berubah
    Setelah lulus, ada yang merasa lebih tertarik ke bidang lain, seperti desain interior, manajemen proyek, atau teknologi konstruksi.
  4. Gaji di Industri Lain Lebih Menarik
    Beberapa lulusan akhirnya memilih bekerja di real estate, visualisasi 3D, UX design, atau bahkan bisnis karena lebih menjanjikan secara finansial.
  5. Tekanan Kerja Tinggi
    Nggak semua orang cocok dengan tekanan dan tuntutan sebagai arsitek, sehingga ada yang memilih jalur karier lain yang lebih stabil.
Foto profil untuk Frans Sitanggang

Bisa.

Tapi kamu harus lulusan dari SMK jurusan arsitektur, bukan SMA.

Foto profil untuk Danur Kresna Murti

Kabar gembira.

Kabar gembira.

Foto profil untuk Quora User

Saya bukan lulusan arsitektur. Keahlian saya visual, kadang juga nerima kerjaan visualisasi arsitektur, kadang juga visualisasi prototype. Ngerjain post pro video juga sering.

dah Gitu aja

Catatan Kaki

Saya bukan lulusan arsitektur. Keahlian saya visual, kadang juga nerima kerjaan visualisasi arsitektur, kadang juga visualisasi prototype. Ngerjain post pro video juga sering.

dah Gitu aja

Catatan Kaki

Foto profil untuk Yudhiarma

Sebenarnya kuliah di jurusan arsitektur tidaklah sesulit yang orang bilang. Yang bikin sulit itu adalah tugas yang dikerjakan hanya di akhir semester sehingga keteteran banyak begadang. Kuliah di jurusan arsitektur menurut saya modal nya adalah rajin.

Untuk dunia kerja, lulusan arsitektur sebenarnya tidak perlu pusing karena kebutuhan tenaga teknis di bidang bangunan masih sangat banyak mengingat indonesia masih terus membangun. memang kadang-kadang ada juga lulusan arsitektur yang terkesan keluar jalur misalkan kerja di bidang sipil non bangunan (jalan, jembatan, pengairan) karena tuntutan ker

Sebenarnya kuliah di jurusan arsitektur tidaklah sesulit yang orang bilang. Yang bikin sulit itu adalah tugas yang dikerjakan hanya di akhir semester sehingga keteteran banyak begadang. Kuliah di jurusan arsitektur menurut saya modal nya adalah rajin.

Untuk dunia kerja, lulusan arsitektur sebenarnya tidak perlu pusing karena kebutuhan tenaga teknis di bidang bangunan masih sangat banyak mengingat indonesia masih terus membangun. memang kadang-kadang ada juga lulusan arsitektur yang terkesan keluar jalur misalkan kerja di bidang sipil non bangunan (jalan, jembatan, pengairan) karena tuntutan kerjanya di bidang konsultan teknik. Bahkan ada lulusan arsitektur yang bekerja di bank.

Percayalah.. kesempatan lulusan arsitektur untuk bekerja jauh lebih besar daripada jurusan lain karena sudah terlatih untuk problem solving.

Foto profil untuk Renny Puspita

Tidak mungkin bisa jadi psikater tanpa sekolah.

Ilustrasi praktik psikater

Psikiater adalah dokter yang sudah mengambil spesialis kedokteran jiwa. Gelar mereka biasanya ditulis dr. Nama, SpKJ.

Untuk menjadi psikiater, kamu harus mulai dengan menempuh program pendidikan kedokteran selama 3,5 sampai 4 tahun. Kalau lancar, kamu akan lulus, diwisuda dan mendapatkan gelar sarjana kedokteran (Sked).

Asikk, begitu wisuda langsung jadi dokter dong?

Eits, belum. Setelah lulus sebagai sarjana kedokteran, kamu harus melanjutkan sekolah profesi dokter (koas) yang ditempuh selama 1,5–2 tahun untuk menjadi dokt

Catatan Kaki

Tidak mungkin bisa jadi psikater tanpa sekolah.

Ilustrasi praktik psikater

Psikiater adalah dokter yang sudah mengambil spesialis kedokteran jiwa. Gelar mereka biasanya ditulis dr. Nama, SpKJ.

Untuk menjadi psikiater, kamu harus mulai dengan menempuh program pendidikan kedokteran selama 3,5 sampai 4 tahun. Kalau lancar, kamu akan lulus, diwisuda dan mendapatkan gelar sarjana kedokteran (Sked).

Asikk, begitu wisuda langsung jadi dokter dong?

Eits, belum. Setelah lulus sebagai sarjana kedokteran, kamu harus melanjutkan sekolah profesi dokter (koas) yang ditempuh selama 1,5–2 tahun untuk menjadi dokter umum. Pada tahap ini, kamu belum bisa disebut sebagai dokter, namun baru sebagai dokter muda. Setelah dua tahun menjalani sekolah profesi dokter, kamu akan disumpah dokter dan baru resmi disebut sebagai dokter.

Lantas apakah sudah bisa praktik mandiri?

Belum bisa. Kamu masih harus ikut Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dan bila lulus, melanjutkan dengan program internship selama 1 tahun —kerja magang di RS dengan didampingi/supervisi oleh dokter senior. Setelah selesai program internship, kamu baru boleh praktik mandiri sebagai dokter umum.

Lah, baru jadi dokter umum? Kapan jadi psikaternya?

Nah, bagi yang ingin jadi psikater, maka kamu harus mengambil lagi keahlian bidang psikiatri sekitar lima tahun, baru layak disebut psikiater.


Maka untuk menjadi seorang psikater, kamu harus menempuh:

  • 3,5–4 tahun untuk program perkuliahan,
  • 1,5–2 tahun untuk program profesi atau koas,
  • ditambah 4 bulan untuk UKDI dan urusan administrasi,
  • 1 tahun untuk program dokter internship, dan
  • 5 tahun untuk pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa.

Jadi, total waktu yang diperlukan untuk menjadi psikater yang legal di Indonesia adalah kurang/lebih 12 tahun 4 bulan.


Gimana? Mungkin nggak bisa jadi psikiater tanpa sekolah? Kalau ada yang ngaku psikiater tapi nggak sekolah DIJAMIN abal-abal, alias dokter palsu!

Catatan Kaki

Foto profil untuk M. A. Syahroni

Terimakasih sudah bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan arsitektur.

kalau boleh berpendapat, sebenarnya untuk menjadi arsitek bukan orang yang pandai menggambar karena banyak sekali teman-teman seprofesi yang juga bisa dikatakan mumpuni tapi untuk menggambar, beliau lebih mengandalkan orang-orang yang dibawahnya.

Yang perlu diketahui, seorang arsitek tidak akan bekerja sendiri, dia bekerja sebagai tim, dan gambar adalah media komunikasi, karena pada dasarnya asal kita bisa mengkomunikasikan maksud kita maka orang lain akan menghargai kita (sebagai arsitek).

Dengan teknologi yang semakin

Terimakasih sudah bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan arsitektur.

kalau boleh berpendapat, sebenarnya untuk menjadi arsitek bukan orang yang pandai menggambar karena banyak sekali teman-teman seprofesi yang juga bisa dikatakan mumpuni tapi untuk menggambar, beliau lebih mengandalkan orang-orang yang dibawahnya.

Yang perlu diketahui, seorang arsitek tidak akan bekerja sendiri, dia bekerja sebagai tim, dan gambar adalah media komunikasi, karena pada dasarnya asal kita bisa mengkomunikasikan maksud kita maka orang lain akan menghargai kita (sebagai arsitek).

Dengan teknologi yang semakin berkembang, cara menggambar sudah mulai berubah. Semua berbasis komputerisasi dan otomatis. Sehingga yang lebih penting dari bisa menggambar atau tidak adalah bisa berimajinasi atau tidak. tentu saja imajinasi dari data yang bisa terkumpul dari sebuah site yang akan dibuat.

Tugas menggambar tentu memang bagian dari pekerjaan seorang arsitek tapi hanya sebagian kecil. Selanjutnya gambar dari arsitek akan dilanjutkan oleh drafter, tim struktur, dan tim mechanical, electrical, dan plumbing, serta bagian landscape.

Namun untuk mencapai posisi seorang arsitek seperti ini, perlu bertahun-tahun, dan banyak sekali pengalaman baik manis maupun pahit. Kesampingkan soal bakat menggambar, kalau memang sudah memutuskan untuk menjadi seorang arsitek maka berlatih dan belajar terus menerus adalah kuncinya. Dan jangan lupa cari lingkungan yang tepat agar mendukung kebiasaan seorang arsitek sesungguhnya.

Mungkin secara singkatnya seperti itu, penjelasan lebih lanjut bisa di kolom komentar.

Untuk penjelasan gambar coba cari d Google dengan keyword "Museum Gugenheim Bilbao rancangan Frank O Gehry" dan "sketsa awal Museum Gugenheim Bilbao rancangan Frank O Gehry"

M.A. Syahroni

NB : Jika dirasa jawaban ini bermanfaat silahkan dukung naik, ikuti saya lalu bagikan, karena berbagi ilmu itu bentuk perhatian.

Foto profil untuk Opa

Bisa. Jadi arsitek cinta, arsitek pilpres, dst nya

Tentang Kami · Karier · Privasi · Ketentuan · Kontak · Bahasa · Pers ·
© Quora, Inc. 2025