Tidak semua kisah indah di sinetron bisa kita bawa ke kehidupan nyata. Ada yang beruntung dapat warisan harta melimpah dari orang tua, tapi ada juga yang malah dapat warisan utang yang bikin pusing. Memutus mata rantai kemiskinan bukan hal mudah, terutama kalau orang tua dan saudara kita terjebak dalam masalah seperti kecanduan utang.
Dan ngomong-ngomong soal orang ketiga, bukan cuma pelakor atau pebinor. Kadang, orang ketiga itu adalah keluarga sendiri—orang tua atau saudara yang suka banget ikut campur urusan rumah tangga kita. Karena mereka keluarga, seringkali mereka meremehkan soal kewajiban bayar utang.
Jadi, hati-hati deh! Jangan terlalu terbuka soal penghasilan atau aset dengan keluarga besar. Nanti bisa berabe! Ada saja oknum keluarga yang dengan gampangnya teriak, “Jangan pelit, jangan perhitungan!” Padahal, mereka sendiri hobi ngatur rezeki orang lain.
Dan jangan kaget, oknum keluarga yang mirip benalu atau parasit ini bisa marah kalau kita minta mereka untuk mandiri. Terkadang, hubungan keluarga itu bisa rumit banget, dan kita perlu cermat dalam menjaga batasan agar tetap sehat.
Intinya, jaga jarak yang sehat dan tetap berfokus pada tujuan kita sendiri. Gimana, bro? Semoga lebih menarik!