Waktu itu, aku nunjukin lukisanku ke pacar. Padahal, aku cuma pengen dia apresiasi karya aku. Lukisannya sih, ya, tentang kami berdua yang lagi berpelukan tanpa busana. Itu sih hal yang sering kami lakukan bareng, jadi wajar aja buatku jadi inspirasi.
Tapi, bukannya pujian, dia malah bilang aku bodoh dan mesum. Katanya, "Buang lukisan itu! Kamu cewek, tapi otakmu mesum banget!" Sumpah, hati aku langsung hancur. Aku nangis di depan dia, nggak nyangka kalau dia bisa ngomong kayak gitu. Padahal, itu cuma lukisan pribadi yang aku buat untuk dia, dan menurutku, nggak ada yang salah.
Sejak kejadian itu, aku jadi trauma. Sekarang, aku nggak berani lagi melukis hal-hal eksplisit, apalagi nunjukin ke orang lain. Rasanya kayak ada beban yang terus menekan.
====
"Kadang, kita berharap orang yang kita cintai bisa mengerti dan mendukung karya kita, tapi kenyataannya nggak selalu seperti itu. Meskipun menurut kita nggak ada yang salah, orang lain bisa punya pandangan yang berbeda. Tapi, ini juga jadi pelajaran penting buat kita: Jangan biarkan pendapat orang lain merusak passion atau kreativitas kita. Setiap orang punya batasan dan kenyamanan sendiri, dan itu nggak salah. Yang penting, kita tetap jujur sama diri sendiri dan berani untuk mengekspresikan apa yang kita rasa, asal tetap menghormati diri sendiri dan orang lain. Tapi, hati-hati juga kalau berhubungan dengan orang lain, karena nggak semua orang bisa menerima segalanya dengan cara yang sama."