Foto profil untuk Razaq Arif Mauna Ibrahim

Lucu atau cute itu relatif yaa. Menurut saya hewan lucu seperti gambar di bawah ini :

Ada yang tahu karakter animasi diatas? Karakter animasi diatas bernama Mort salah satu penghuni kebun binatang dalam serial Penguins of Madagascar. Badannya yang mungil dengan mata bulat besar berkaca - kaca macam orang memelas dan berbulu lebat menjadikannya seperti "boneka hidup" yang menggemaskan. Tapi seperti apa bentuk nyata dari Mort jika dibawa ke dunia nyata?

Ya, Mort adalah Slow Loris atau yang kenal sebagai KUKANG. Dibalik sikap lambat, santai dan malu - malunya Kukang adalah salah satu hewan mematikan di dunia.

Apa hal yang mematikan dari seekor Kukang?

  1. Bisa. Kukang merupakan satu - satunya hewan primata yang berbisa dimana racun yang terkandung dalam bisanya dapat menyebabkan syok Anafilaksis. Menurut WikipediaAnafilaksis adalah suatu reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian.

    Anafilaksis biasanya ditunjukkan dengan beberapa gejala termasuk di antaranya ruam gatal, pembengkakan tenggorokan, dispnea, muntah, kepala terasa ringan, dan tekanan darah rendah. Gejala-gejala ini akan timbul dalam hitungan menit hingga jam.

    Kukang merupakan primata yang menghasilkan bisa yang dipergunakan sebagai pertahanan diri dari serangan predator atau ketika terancam bahaya. Gigitan kukang sebenarnya tidak berbahaya karena bisa tersebut bukan berasal dari gigi taringnya. Bisa pada kukang dihasilkan dari kelenjar yang berada pada siku lengan bagian dalam yang selanjutnya dimasukkan ke mulut dan bercampur dengan air liur sebelum kukang melakukan gigitan.
  2. Cacingan. Penelitian yang dilakukan oleh Nafisatul Ulfa dan Mirzan Adi Wibowo dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor di Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) menunjukkan adanya potensi zoonosis yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau sebaliknya yang ditemukan pada kukang. Salah satu penyakit yang dapat menular ke manusia adalah cacingan.

    Jumlah cacing yang cukup tinggi ini ditemukan dari hasil pemeriksaan feses (kotoran) kukang. Cacing yang ditemukan merupakan genus nematoda (cacing gilik) dan cestoda (cacing pipih). Penularan penyakit cacing dari satwa ke manusia ini dapat terjadi melalui telur yang tertelan maupun yang terhirup manusia. Atau, melalui kontak langsung ataupun juga melalui telur yang berada di tanah, buah, air, hingga pakaian.

Catatan Kaki

Lihat pertanyaan
Tentang Kami · Karier · Privasi · Ketentuan · Kontak · Bahasa · Pers ·
© Quora, Inc. 2025